Bantu Juang Yatim Piatu Ojek Payung Hidup Layak

“Ayah, Bunda Maafin Nabila dan Nila yaa,, Belum Bisa Buat Ayah dan Bunda Bahagia”.-Ucap Nabila Nila
Nabila (9 tahun) dan Nila (6 tahun) seorang Yatim Piatu, Ayahnya meninggal lima tahun lalu karena sakit paru-paru, sementara sang ibu meninggal selepas melahirkan Nila karena mengalami sakit dan pendarahan. Tanpa ada kedua orang tua yang melindungi, mereka harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup.
Karena status yatim piatunya itu, Nabila dan Nila kerap mengalami pembullyan di sekolah. Hal ini membuat hati mereka retak, sedih dan sering menangis.
“Mereka bilang aku Anak Yatim, Gak Punya Bapak Ibu. Padahal aku juga kangen ayah ibu kak, pengen seperti mereka semua yang masih punya orang tua”, cerita Nabila sambil mengusap air mata.
Nabila dan Nila anak yang tegar dan dewasa sebelum waktunya. Setiap hari sepulang sekolah dia membantu kakek dan neneknya bekerja sebagai ojek payung yang ada di salah satu mall. Tak seperti anak-anak yang lain yang bisa bermain sepuasanya ketika hujan datang, Nabila dan nila harus bekerja menjadi ojek payung keliling membantu orang-orang menyebrang atau keluar dari mall saat hujan turun.
Mereka tidak memiliki penghasilan tetap. Kadang orang membayar lima ribu, kadang seribu, dan tak jarang hanya senyuman yang diberikan. Tapi Nabila tidak pernah marah. Ia selalu bilang pada Nila, “Yang penting kita ikhlas. Allah lihat semua usaha baik kita.” Meski Kondisi mereka menggigil.
Namun, kehidupan mereka makin berat. Kakek yang sering sakit sesak napas kini butuh obat yang tak mampu mereka beli. Nenek yang dulu kuat merawat cucu-cucunya, selepas jatuh dari kamar mandi sang nenek tak bisa berjalan kakinya tergilir.
Suatu hari, saat hujan turun deras dan Nabila membantu seorang ibu muda dengan anak kecil, ibu itu berhenti sejenak dan bertanya, “Kenapa kamu yang jadi ojek payung, nak? Di mana orang tuamu?”
Nabila menjawab dengan senyum kecil, “Sudah di surga, Bu. Sekarang saya kerja buat bisa beli makan dan obat untuk kakek.”
Tak jarang tubuh dan tangan mereka menjadi keriput karena terkena dinginnya air hujan. Mereka tinggal di kos sempit bersama kakek nenek yang sudah tua, Kos yang mereka huni saat hujan datang mereka harus merasakan kebanjiran bahkan sering menunggak.
#TemanBaik, maukah kamu membantu mereka dapat hidup layak dan terus sekolah tanpa takut diberhentikan? Kirim bantuan terbaikmu dengan cara Klik tombol “DONASI SEKARANG”;

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
