Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Benjolan Tumor Pecah, Tolong Bantu Pak Edi Berobat
Foto campaign Benjolan Tumor Pecah, Tolong Bantu Pak Edi Berobat

Benjolan Tumor Pecah, Tolong Bantu Pak Edi Berobat

Rp 83.537.332Terkumpul dari Rp 150.000.000
158 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

Pak Edi (62 tahun) setiap hari merasakan sakit yang sulit dibayangkan.

  Lehernya membengkak besar, kemudian pecah hingga mengeluarkan nanah dan bau tidak sedap.


  Rasa perihnya menjalar sampai ke seluruh tubuh, membuat beliau sulit makan, sulit tidur, dan bahkan berjalan pun harus tertatih-tatih.

Benjolan itu membuat aktivitas sehari-harinya hampir mustahil dilakukan.


  Namun Pak Edi tidak punya pilihan ia harus tetap berusaha mencari uang untuk bertahan hidup.

  Di tengah kondisi Pak Edi yang semakin parah, istrinya Bu Eha juga sedang melawan komplikasi penyakit menahun yang melemahkan tubuhnya. Meski ia sendiri sering merasa ingin pingsan karena kelelahan, Bu Eha tetap memaksakan diri merawat suaminya.


“Kalau bukan saya yang rawat, siapa lagi? Kami cuma berdua…”

ucap Bu Eha dengan suara lirih.

  Mereka tinggal berdua di sebuah gubuk kecil, tanpa tabungan, tanpa jaminan kesehatan, dan tanpa keluarga lain yang bisa membantu.

  Sering kali, dapur mereka kosong. Berhari-hari mereka hanya minum air atau makan apa pun yang tersedia.

  “Kadang kami gak makan seharian… beras pun gak ada,” kata Bu Eha sambil menahan air mata.


  Setiap pagi, Pak Edi berusaha mendorong gerobak kecilnya untuk berjualan cilor gulung.


Padahal lehernya terus mengeluarkan nanah dan tubuhnya bergetar menahan sakit.

  Penghasilannya sangat kecil sekitar Rp40.000 sehari, kadang bahkan tidak ada pembeli sama sekali.

  Pernah suatu hari ia pulang dalam keadaan sangat lemas karena seharian tak satu pun orang membeli dagangannya.

  Bukan karena rasanya, tapi karena kondisi lehernya membuat banyak orang merasa takut atau jijik.


  Kesakitan, kemiskinan, dan tidak adanya biaya membuat Pak Edi dan Bu Eha semakin terdesak. Namun mereka tetap ingin hidup. Mereka ingin merasakan satu hari saja tanpa sakit, tanpa lapar, tanpa harus memikirkan bagaimana bertahan hingga esok.

#TemanBaik,

Hari ini, Pak Edi benar-benar membutuhkan kita.

Benjolan di lehernya sudah pecah dan bernanah, rasa sakitnya semakin parah,

sementara istrinya juga sakit dan tidak mampu bekerja.

  Mereka tidak punya siapa pun lagi untuk mengandalkan selain kita orang-orang yang peduli.


  Setiap donasi, sekecil apa pun, sangat berarti bagi Pak Edi dan Bu Eha agar mereka tak lagi menahan sakit dan lapar sendirian dan bisa kembali memiliki harapan untuk hidup lebih baik.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id