Pak Maman Cerebral Palsy Masih Menunggu Dukungan Kita

“Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)
Melihat Melalui Mata Hati Pernahkah kita membayangkan, di tengah hiruk-pikuk dunia, ada sebuah gubuk bambu di pelosok yang begitu sunyi? Di dalamnya, seorang pria bernama Maman telah menghabiskan 41 tahun hidupnya hanya dengan berbaring. Ia tidak bisa melangkah, tidak bisa memegang, bahkan tidak bisa memanggil saat rasa haus mencekik tenggorokannya. Dunianya hanya seluas dipan bambu yang lapuk, ditemani suara cicak dan angin yang menembus dinding rapuh.
Antara Nasi Garam dan Cinta yang Renta Saat kita mungkin mengeluh dengan menu makanan hari ini, Ma Osah—nenek Maman yang sudah renta—sedang berjuang di sawah sebagai buruh tani. Dengan upah yang tak seberapa, ia seringkali harus memilih: makan atau membiarkan cucunya kelaparan. Di meja mereka, seringkali hanya ada nasi putih dan garam. Ma Osah rela menahan lapar asalkan Maman tetap bisa menelan butiran nasi.
Sebuah Pertanyaan yang Menggetarkan Iman Saat kita melihat wajah lelah Ma Osah, sebuah ketakutan besar muncul di benak kita: "Bagaimana jika besok Ma Osah tidak lagi mampu bangun dari tidurnya? Siapa yang akan menyuapi Maman?" Pertanyaan ini bukan hanya milik mereka, tapi juga menjadi ujian bagi kepedulian kita sebagai sesama mukmin.
Rasulullah ﷺ mengingatkan kita:
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang dan cinta kasih bagaikan satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakannya.” (HR. Muslim)
#TemanBaik, Mari Menjadi Jawaban Atas Doa Mereka Mungkin kita tidak bisa datang langsung untuk menyuapi Maman, namun sedekah kita bisa menjadi "tangan dan kaki" bagi mereka.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
