Facebook Pixel
Tangan Buntung, Pak Uut Disabilitas Berjuang Cari Nafkah

Tangan Buntung, Pak Uut Disabilitas Berjuang Cari Nafkah

Rp 670.000Terkumpul dari Rp 30.000.000
Sudah Berakhir
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Informasi Penggalang Dana
Penggalang Dana
top image
TemenBaik
Terverifikasi
Info Campaign

  Tidak semua luka terlihat sejak awal. Sebagian baru terasa setelah hidup dipaksa berubah arah, tanpa pernah diminta siap. Di usia senja, ketika banyak orang berharap hidup lebih tenang, Pak Uut justru harus belajar menerima kenyataan yang pahit bahwa tubuhnya tak lagi utuh, namun tanggung jawabnya masih sama besarnya.


  Pak Uut, 60 tahun, pernah bekerja memasang tenda hajatan. Pekerjaan berat itu ia jalani demi keluarga sampai satu hari, musibah datang tanpa aba-aba. Saat memasang tiang tenda, tubuhnya tersengat tegangan listrik tinggi. Akibatnya, satu tangan harus diamputasi, sementara tangan kanan tak diamputasi namun mengecil akibat pembusukan.


  Sejak saat itu, hidup Pak Uut berubah selamanya. Kini, dengan kondisi cacat di kedua tangan, Pak Uut tetap memilih bertahan. Ia berjualan singkong milik orang lain, dijual kembali dengan hasil hanya Rp2.500 per kilogram. Penghasilan yang nyaris tak cukup, namun tetap ia jalani dengan sabar. Pak Uut tinggal di rumah yang sangat sederhana, atapnya sudah banyak yang rapuh dan nyaris rubuh.


  Namun yang membuat langkahnya tak pernah berhenti adalah dua anaknya yang masih sekolah, bahkan satu di antaranya masih TK. Dengan tangan yang tak lagi sempurna, Pak Uut tetap berjuang bukan karena kuat, tapi karena ada keluarga yang harus dinafkahi. Ia kehilangan tangannya, tapi tak pernah kehilangan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah.


  Hari ini kita bisa menjadi tangan yang hilang bagi Pak Uut dengan bantu ringankan perjuangan Pak Uut, agar ia bisa terus bertahan dan anak-anaknya tetap bisa bersekolah.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id