Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Patungan Untuk Kesembuhan Yasin, Bayi Tanpa Tempurung

Patungan Untuk Kesembuhan Yasin, Bayi Tanpa Tempurung

Rp 7.657.274Terkumpul dari Rp 50.000.000
99 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Kalau kami punya biaya, kami hanya ingin membawa Yasin berobat dan memastikan ia tidak kesakitan.”


  Yasin tak memiliki tempurung kepala sejak lahir. Orangtuanya tak pernah bisa melihat senyum manis dari sang buah hati, hanya 1 keinginan dari kedua orangtuanya, yaitu Yasin bisa hidup dengan normal seperti anak-anak pada umumnya


TOLONG !!! Selamatkan Yasin, Bayi 3,5 Bulan dengan Kondisi Medis Langka


  Yasin adalah seorang bayi laki-laki berusia 3,5 bulan yang sejak lahir harus menghaadapi kenyataan pahit, di mana wajahnya mengalami sumbing dan ia tidak memiliki tempurung kepala seperti bayi pada umumnya. Akibatnya, sebagian otak kirinya berada di luar kepala yang dapat terlihat jelas secara kasat mata.


  Kondisi tersebut membuat Yasin rentan terhadap berbagai komplikasi serius. Saat ini, Yasin juga sering kejang yang diduga kuat disebabkan oleh kondisi otaknya yang tidak terlindungi dengan sempurna. Seharusnya, Yasin membutuhkan kontrol dan perawatan medis rutin setiap minggu di rumah sakit. Namun, keterbatasan ekonomi membuat semua itu terasa sangat sulit.


  Bu Irma adalah seorang ibu rumah tangga, sementara Pak Ayi bekerja sebagai penjahit sekaligus driver ojol. Penghasilan Pak Ayi sangat tidak menentu, dalam sehari ia hanya mampu memperoleh sekitar 15ribu, belum lagi ia harus setor biaya sewa motor, karena motor yang digunakan untuk bekerja pun bukan milik pribadi, ia menyewa motor itu dari temannya. Sudah dua bulan terakhir, usaha jahit Pak Ayi juga sepi pelanggan.


  Dengan penghasilan yang sangat minim, Pak Ayi harus menghidupi istri dan tiga orang anak. Dua anak lainnya masih sekolah. Untuk makan sehari-hari, keluarga kecil ini sering kali hanya mampu mengonsumsi nasi dengan kecap.


  Di sisi lain, kebutuhan Yasin harus terus terpenuhi. Pampers, kasa steril, dan perlengkapan medis lainnya harus dibeli setiap minggu. Saat ini, semua kebutuhan tersebut sudah sangat menipis dan belum dapat dibeli kembali karena ketiadaan biaya. Bahkan, Yasin sudah lebih dari satu bulan tidak menjalani kontrol ke rumah sakit karena orangtuanya tidak memiliki ongkos transportasi.


  Kesulitan keluarga Yasin tidak berhenti di situ. Mereka juga tinggal di sebuah rumah kontrakan yang kini telah menunggak selama dua bulan.


  #TemanBaik, Pak Ayi dan istrinya ingin sekali membawa anaknya berobat agar bisa memastikan bahwa anaknya masih berada dalam dekapan hangat keluarganya, namun biaya yang sangat mahal menjadi kendala di keluarganya Pak Ayi. Mari ulurkan bantuan untuk meringankan beban keluarga Yasin



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id