Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Patungan untuk Pejuang Nafkah Tanpa Kenal Lelah

Patungan untuk Pejuang Nafkah Tanpa Kenal Lelah

Rp 0Terkumpul dari Rp 20.000.000
118 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Barangsiapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.” (HR. Muslim)


  Di masa lalu, hari-hari Bu Nendah dipenuhi keceriaan saat mendidik dan membimbing anak-anak sebagai seorang guru TK—sebuah profesi mulia yang sangat beliau cintai dan nikmati dengan sepenuh hati. Namun, roda kehidupan berputar begitu keras ketika badai ujian menghantam hidupnya. Di usianya yang menginjak lima puluh satu tahun, Bu Nendah kini harus berjuang seorang diri menghidupi buah hatinya setelah sang suami tercinta lama berpulang. Di tengah kesendirian itu, ujian terberat mendera tubuhnya ketika beliau didiagnosis menderita kanker nasofaring ganas yang menyerang bagian belakang hidung dan langit-langit mulutnya.


  Dampak dari penyakit mematikan tersebut mengiris hati siapa pun yang melihatnya. Kini, terdapat lubang yang cukup besar pada langit-langit mulut Bu Nendah, disertai seluruh gigi yang telah rontok tak menyisakan satu pun. Kanker ganas itu juga kerap memicu pendarahan spontan yang keluar dari hidungnya secara rutin. Demi menyambung hidup dan membiayai anak yang masih sekolah, Bu Nendah memaksakan diri berjualan gorengan keliling komplek setiap hari dari pagi hingga siang.


  Namun, dagangan yang sangat sepi membuat keuntungan bersih yang didapat hanya berkisar antara Rp7.000 hingga Rp13.000 saja per hari—sebuah nominal yang hanya cukup dibelikan beras untuk hari itu, membuat beliau sudah dua tahun terpaksa menunggak dan tak bisa pergi ke rumah sakit untuk kontrol medis karena ketiadaan biaya transportasi dan makan.


  Kepiluan hidup Bu Nendah kian memuncak di ambang batas waktu. Dalam hitungan dua bulan ke depan, beliau dan anaknya terancam harus segera angkat kaki dari rumah yang saat ini mereka tempati. Hal tersebut terjadi lantaran sang adik menggadaikan rumah tempat tinggal mereka dan pergi entah ke mana, meninggalkan Bu Nendah dalam kebingungan luar biasa tanpa tempat tujuan, sementara kemampuan finansial untuk mengontrak rumah sama sekali tidak ada. Di tengah derita fisik dan ancaman kehilangan tempat berteduh, Bu Nendah menyimpan impian yang amat luhur: beliau ingin memiliki modal usaha untuk berjualan nasi kuning agar mendapatkan penghasilan yang lebih layak, serta mendambakan tempat tinggal yang aman agar ia dan anak-anaknya tetap bisa berteduh saat hujan dan tidur dengan nyenyak.


  Rasulullah ﷺ mengingatkan kita betapa tingginya derajat orang-orang yang beriman yang berempati dan meringankan beban saudara seagamanya yang terimpit kesulitan. Bu Nendah adalah cermin ketabahan seorang ibu pejuang yang membutuhkan uluran tangan hangat kita semua untuk menyelamatkan sisa hari-harinya dari kepedihan yang mendalam.


  Melalui gerakan kebaikan ini, setiap bantuan yang Anda titipkan akan disalurkan secara utuh untuk menopang kehidupan Bu Nendah dan keluarganya. Kepedulian Anda akan diwujudkan dalam bentuk penyediaan modal usaha warung nasi kuning mandiri, bantuan biaya sewa hunian atau tempat tinggal layak yang aman dari ancaman penggusuran, jaminan biaya transportasi pengobatan medis tuntas untuk kanker nasofaringnya, serta pemenuhan paket sembako dan biaya pendidikan anak.


  Mari bersama kita ulurkan tangan ringankan beban Bu Nendah dan hadirkan senyum kebahagiaan serta rasa aman bagi ibu tangguh ini. Setiap rupiah yang Anda sisihkan akan menjadi aliran pahala jariyah yang tak terputus, pembersih harta, serta penolong kita di hari akhir kelak.



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id