Bantu 30 Lansia Terlantar di Panti Bertahan

Di sebuah rumah sederhana di daerah Tanjungpandan, Belitung, terdapat sebuah panti lansia sederhana bernama Panti Al-Maun. Panti ini menjadi rumah bagi 30 lansia yang sudah tidak memiliki tempat untuk pulang.
Mereka adalah Oma Opa yang kebanyakan menghabiskan masa tuanya di jalanan dan kelaparan setelah ditinggal oleh keluarga mereka dengan alasan tidak mampu membiayai hidup mereka. Dengan tubuh yang renta, mereka mencoba bertahan semampunya. Sampai akhirnya mereka ditemukan oleh Bapak Faruk dan Ibu Iyan.
Alhamdulillah berkat petunjuk Allah, Pak Faruk dan Bu Iyan terus merawat dan mengasihi Oma Opa ini selayaknya orang tua mereka sendiri. Mereka percaya, setiap umat Allah pantas mendapatkan hidup yang layak dan berharga daripada hidup di jalanan tanpa arah tujuan.
Di panti sederhana ini, Oma Opa tidak hanya diberi makan dan tempat tinggal saja. Namun mereka juga diberi rumah yang mau menerima keberadaannya dan juga diberi kasih sayang yang memulihkan.
Panti Al-Maun bisa bertahan selama 14 tahun berkat perjuangan Pak Faruk dan Bu Iyan. Mereka rela merogoh kantong mereka sendiri demi menyelamatkan masa senja Oma Opa ini. Meski tak jarang ada donatur tidak tetap membantu meringankan beban mereka.
Jika sedang banyak yang membantu, kebutuhan Oma Opa bisa dipenuhi dengan cepat. Namun ada kalanya bantuan tidak kunjung datang. Kebutuhan Oma Opa jadi sering terbengkalai. Tak jarang, Pak Faruk sering memberi Oma Opa makanan seadanya demi menghemat pengeluaran.
Padahal kebutuhan Oma Opa sangat sederhana, hanya kebutuhan untuk makan, tidur, obat-obatan, dan vitamin. Namun akhir-akhir ini sering kesulitan karena sepinya donatur yang membantu.
Terlebih bangunan panti juga sudah usang dan lapuk. Banyak atap-atap yang sudah bocor berlubang dimakan rayap. Pak Faruk belum bisa merenovasi bangunan panti karena terkendala biaya. Apalagi hanya 5 tempat tidur dan 10 kasur saja yang bisa digunakan Oma Opa untuk tidur.
“Kemarin kami baru saja menolak sekitar 20 lansia yang minta dirawat di sini. Bukan karena tidak sayang. Namun karena keterbatasan panti kami. Kami tidak tega jika melihat Oma Opa harus tidur tanpa alas, makan tanpa lauk dan sebagainya..”, ucap Pak Faruk.
Yuk Donasi Sekarang!

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
