Yatim Piatu Berjuang di Tengah Keterbatasan

“Ayahnya Meninggal, tak lama kemudian Ibunya menyusul. Sekarang Ikhwan harus jualan demi bisa bertahan.”
Umurnya baru 12 tahun, kelas 5 SD. Tapi Ikhwan sudah kehilangan dua orang tuanya. Ayahnya pergi dua tahun lalu. Enam bulan lalu, sang Ibu menyusul disebabkan kadar gula darahnya melonjak hingga 800.
Sejak saat itu, sore hari bukan lagi waktu bermain bagi Ikhwan dan adiknya. Sepulang sekolah, Ikhwan memanggul keripik keliling kampung. Untungnya? Hanya 200-500 rupiah per bungkus. Dalam sehari ia cuma bisa membawa pulang Rp5.000 sampai Rp8.000. Bayangkan, uang sekecil itu harus cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan bersama adiknya yang masih 5 tahun.
Kadang Rafasya ikut keliling karena tak ada yang menjaga di rumah. Meskipun tak pernah mengeluh karena lelah, suatu waktu Ia pernah berkata dengan pelan, “Awal-awal cuma bisa nangis… soalnya kangen Ayah.” 💔
Ikhwan tak berharap macam-macam. Ia cuma butuh kesempatan agar bisa menjalani hari-hari sebagai seorang anak dan tak perlu kehilangan masa kecilnya yang berharga.
Mari bantu Ikhwan dan Rafasya bertahan, dan berikan mereka masa depan yang lebih layak lewat donasimu hari ini. klik "Donasi Sekarang".

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
