Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Tolong Ikhsan Perutnya Semakin Membesar dan Penuh Cairan

Tolong Ikhsan Perutnya Semakin Membesar dan Penuh Cairan

Rp 320.000Terkumpul dari Rp 50.000.000
16 Hari
11Donasi
0Kabar Terbaru
1Doa
Info Campaign

TOLONG! PERUT IKHSAN TERUS MEMBESAR KARENA DIPENUHI CAIRAN


Hampir 3 Tahun Ikhsan Berjuang, Kini Harus Kembali Menghadapi Operasi

  Di usia 9 tahun, Ikhsan Firdaus Nst seharusnya sibuk sekolah dan bermain bersama teman-temannya. Namun, hampir 3 tahun terakhir, hari-harinya justru lebih banyak dihabiskan untuk menjalani pengobatan dan keluar-masuk rumah sakit. Kini, Ikhsan kembali terbaring di RSUP Padang dan kemungkinan harus menjalani operasi lagi.


  Ikhsan Firdaus Nst, lahir pada 2 Oktober 2016, merupakan anak asal Huta Bargot Nauli, Sumatera Utara. Untuk mendapatkan pengobatan, Ikhsan dan orang tuanya harus menempuh perjalanan jauh dari Sumatera Utara menuju Sumatera Barat.

  Ikhsan didiagnosis mengalami asites ec sirosis hepatis, kolesistitis, diare akut, hipokalemia, dan hipoalbuminemia. Kondisinya membuat perut Ikhsan membesar dan mengeras, hingga beberapa kali kondisinya semakin berat dan membutuhkan perawatan di rumah sakit.

  Awalnya, orang tua Ikhsan melihat mata Ikhsan tiba-tiba menguning dan perutnya mulai terasa keras serta membesar. Khawatir melihat perubahan kondisi anaknya, Ikhsan kemudian dibawa ke RSUD Panyabungan.

  Saat itu, dokter menyampaikan bahwa Ikhsan mengalami gangguan pada hati. Meski begitu, Ikhsan masih terlihat seperti anak-anak pada umumnya. Ia masih ingin sekolah dan bermain bersama teman-temannya.


  Namun, beberapa waktu kemudian perut Ikhsan kembali membesar. Ia kembali dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan. Dokter kemudian menyarankan agar Ikhsan dirujuk ke rumah sakit di Medan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

  Setelah menjalani perawatan di sana, orang tua Ikhsan sempat mendapatkan kabar yang membuat mereka lega. Kondisinya dinilai masih cukup aman dan Ikhsan masih diperbolehkan sekolah, dengan catatan tidak boleh terlalu lelah dan harus menjaga aktivitas serta makanan.

  Ikhsan pun kembali sekolah. Kebahagiaan sempat kembali dirasakan keluarga karena melihat Ikhsan bisa menjalani hari-harinya seperti anak-anak lainnya.


  Namun, sekitar 6–7 bulan kemudian, kondisi Ikhsan kembali menurun. Perutnya kembali membesar, bahkan bengkak hingga ke kaki. Ia kembali dibawa ke RSUD dan harus menjalani perawatan berulang kali.

  Hampir 7 kali Ikhsan menjalani rawat inap sebelum akhirnya kembali dirujuk ke Padang.

  Di RSUP Padang, Ikhsan menjalani perawatan selama kurang lebih 1 bulan 2 minggu dan juga sempat menjalani operasi. Setelah kondisinya membaik, Ikhsan akhirnya diperbolehkan pulang.

  Merasa tubuhnya sudah lebih sehat, Ikhsan kembali meminta kepada orang tuanya untuk sekolah.


“Ikhsan ingin sekolah lagi.”

  Karena melihat semangat anaknya, orang tua Ikhsan akhirnya mengizinkannya kembali sekolah. Sayangnya, beberapa bulan kemudian kondisi Ikhsan kembali drop, bahkan lebih parah dari sebelumnya.

  Ia kembali harus menjalani perawatan di RSUD hingga akhirnya dirujuk lagi ke Padang.

  Kini, Ikhsan masih menjalani pengobatan di RSUP Padang dan kemungkinan harus menjalani operasi kembali.

Ikhsan Anak yang Kuat dan Tidak Takut Suntik

  Di tengah panjangnya perjalanan pengobatan, ada satu hal yang selalu membuat orang tua Ikhsan terharu.

  Ikhsan dikenal sebagai anak yang kuat dan pemberani. Bahkan ketika harus berhadapan dengan jarum suntik dan berbagai tindakan medis, Ikhsan tidak mudah takut.

  Bagi orang tuanya, melihat Ikhsan tetap berani menjalani pengobatan menjadi alasan untuk terus bertahan dan berusaha memberikan pengobatan terbaik untuk anak mereka.

  Namun, perjalanan panjang ini juga membuat kondisi ekonomi keluarga semakin sulit.

  Ayah Ikhsan, Ahmad Faisal Nst, sehari-hari bekerja sebagai petani karet. Sementara ibunya, Mardiana Batubara, hanya bisa mendapatkan penghasilan dari pekerjaan jasa mencuci dan menyetrika keliling dengan upah yang bergantung pada jumlah pesanan. Terkadang, dalam satu pekerjaan, ia hanya mendapatkan sekitar Rp20 ribu. Saat ini pun pesanan semakin sulit didapat.

  Karena Ikhsan harus menjalani pengobatan jauh dari kampung halaman, kehidupan keluarga ikut terdampak. Sang ibu harus menemani Ikhsan selama menjalani perawatan di rumah sakit, sementara ayahnya harus tetap berada di rumah untuk menjaga kakak dan adik Ikhsan.

  Akibatnya, pekerjaan orang tua Ikhsan praktis tidak bisa berjalan seperti biasanya.

  Untuk memenuhi kebutuhan selama pengobatan, keluarga sudah berusaha meminta bantuan kepada kepala desa dan keluarga. Mereka mendapatkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang membantu memenuhi kebutuhan ongkos dan makan, tetapi bantuan tersebut hanya cukup untuk sementara.

  Kebun yang menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga juga sudah dijual dan hasilnya telah habis untuk kebutuhan selama pengobatan.

  Kini, keluarga Ikhsan hanya bisa mengandalkan bantuan dari keluarga dan berharap ada orang-orang baik yang bersedia membantu.

  Ibunya hanya bisa berharap pengobatan Ikhsan kali ini tidak kembali terhenti karena keterbatasan biaya.


  “Saya takut kejadian seperti sebelumnya terulang lagi karena kekurangan biaya. Kalau biaya kami cukup dari awal, mungkin Ikhsan sudah lama sembuh. Ikhsan itu anaknya kuat dan pemberani. Dia tidak takut suntik. Kami hanya berharap kali ini Ikhsan bertemu dengan orang-orang baik yang mau membantu, supaya pengobatannya tidak terhenti.”

  Perjalanan dari Sumatera Utara ke Sumatera Barat untuk mendapatkan pengobatan tentu bukan hal yang mudah bagi keluarga Ikhsan. Apalagi, pengobatan sudah berlangsung hampir tiga tahun dan kondisi Ikhsan masih membutuhkan perawatan lanjutan.

  Ikhsan masih ingin sembuh. Ia masih ingin kembali sekolah dan menjalani hari-harinya seperti anak-anak lainnya.


  Mari bantu Ikhsan agar pengobatannya dapat terus berjalan. Donasi yang diberikan akan sangat berarti untuk membantu kebutuhan pengobatan, perjalanan, serta kebutuhan selama Ikhsan menjalani perawatan.


  Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, semoga menjadi jalan bagi Ikhsan untuk kembali sehat dan mengejar cita-cita serta kembali ke sekolah.

Yuk, bersama-sama kita bantu Ikhsan.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id