Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu Rangkul Lansia ODHA dengan membangun Panti Untuk Mereka.

Bantu Rangkul Lansia ODHA dengan membangun Panti Untuk Mereka.

Rp 0Terkumpul dari Rp 60.000.000
92 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

“Di luar sana masih banyak lansia pengidap HIV/AIDS yang terlantar, dibuang keluarganya, dan dikucilkan masyarakat. Mereka jadi tidak produktif karena dijauhi lingkungannya. Harapan kami dengan membangun Panti HIV/AIDS untuk lansia adalah agar kami bisa merangkul dan merawat mereka. Mereka bagian dari kita. Mereka keluarga kita.” ujar Bu Nita.


  Banyak lansia dengan HIV/AIDS yang Bu Nita temui dalam kondisi sangat menyedihkan, bahkan ada yang meninggal karena ditelantarkan keluarga. Mereka tidak mendapat perawatan medis yang layak, padahal pengidap HIV/AIDS harus minum obat berupa pil bernama antiretroviral (ARV) setiap hari untuk menekan virus di tubuh. Sehari saja tidak minum, virus bisa berkembang cepat, merusak organ, dan berakibat fatal hingga kematian.

  Hal ini membuat hati Bu Nita sangat miris. Lansia tak mampu dengan HIV/AIDS seharusnya tidak perlu meninggal hanya karena dikucilkan dan tidak dirawat. Lagi pula, tidak semua pengidap HIV/AIDS tertular karena seks bebas, perilaku seksual menyimpang, atau narkoba (pemakaian jarum suntik bergantian). Ada juga yang tertular lewat air susu ibu, atau dari pasangan sah (suami/istri) tanpa disadari karena pasangannya sudah terinfeksi.


  Seperti kisah Mbah Tukiyem (nama samaran), usia 59 tahun. Beliau tinggal seorang diri dan sehari-hari mengelola kos-kosan. Mbah punya satu anak yang sudah menikah dan hidup terpisah. Suami Mbah meninggal pada 2013 karena HIV/AIDS. Dari suaminya itulah Mbah akhirnya ikut tertular penyakit yang sama.

  Mbah Tukiyem tidak pernah terpikir akan mengidap HIV/AIDS. Ia tidak pernah melakukan seks bebas, bukan pengguna narkoba, dan tidak pernah berpikiran buruk pada almarhum suaminya. Namun setelah hasil medis menyatakan suaminya mengidap HIV/AIDS, Mbah pun memeriksakan diri. Hasilnya sama Mbah Tukiyem juga positif HIV/AIDS tertular dari almarhum suami.

  Kini Mbah Tukiyem hanya bisa ikhlas dan pasrah atas “warisan” penyakit dari almarhum suami. Ia sudah memaafkan, namun tetap berkata,

“Dosa tanggung dewe,” ungkap Mbah Tukiyem.


  Karena itulah, Bu Nita ingin membangun Panti Lansia khusus pengidap HIV/AIDS. Rencananya, pembebasan lahan seluas 500 meter persegi di daerah Kudapayung, Semarang, dengan harga Rp1.250.000.000 (1 miliar 250 juta).

  Nantinya di atas tanah ini, selain asrama untuk lansia pengidap HIV/AIDS, juga akan dibangun Peternakan ayam petelur, Kolam ikan, Lahan pertanian, Klinik serta Masjid atau tempat ibadah. Tujuannya agar para lansia mendapatkan perawatan medis dan rohani, sekaligus bisa tetap produktif menjalani hidup di tengah penyakit berat yang hingga kini belum ada obat sembuh totalnya.


  Namun, harapan ini masih menjadi rencana. Harga lahan yang lebih dari 1 miliar, ditambah biaya pembangunan panti, terlalu berat bila harus ditanggung sendiri oleh Bu Nita sebagai pengelola.

  Melalui penggalangan dana ini, Bu Nita mengajak Sahabat Kebaikan untuk ikut patungan membebaskan lahan 500 meter persegi dengan total kebutuhan Rp1.250.000.000. Dengan ikut patungan Rp50.000 saja, itu sudah menjadi amal jariyah untuk membantu para lansia tidak mampu yang mengidap HIV/AIDS.


  Sahabat Kebaikan mari Bangun Rumah Harapan untuk Lansia Pengidap HIV/AIDS, Mereka membutuhkan tempat untuk hidup layak, mendapatkan pengobatan, dan merasakan kasih sayang hingga akhir hayatnya.

  Hari ini, kita bisa menjadi bagian dari mimpi besar Bu Nita dengan patungan mulai dari Rp50.000, Anda sudah ikut mengambil bagian dalam pembangunan Panti Lansia HIV/AIDS yang tentu nya ini akan menjadi amal jariyahyang pahalanya terus mengalir.

  Setiap rupiah yang Anda titipkan hari ini, bisa menjadi tempat berlindung bagi mereka yang sudah tidak lagi memiliki siapa-siapa.


  Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk pembebasan lahan tanah dalam proses pembangunan Panti Lnasia khusus Pengidap HIV/AIDS, biaya pembangunan Panti berikut dengan sarana serta prasarananya dan jika terdapat kelebihan dana akan digunakan untuk para penerima manfaat serta Program lainnya yang berada dibawah naungan Yayasan Global Sedekah Movement.


Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id