Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Anak Yatim Piatu Thalasemia Bertahan Bersama Nenek

Anak Yatim Piatu Thalasemia Bertahan Bersama Nenek

Rp 0Terkumpul dari Rp 20.000.000
61 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Kustian baru berusia 15 tahun. Sejak kecil, ia mengalami thalasemia bawaan yang membuatnya harus menjalani transfusi darah secara rutin. Ia juga mengalami epilepsi dan berbagai keterbatasan yang membuatnya kesulitan berbicara maupun berjalan dengan normal.


  Kondisinya membuat Kustian kerap mengalami kejang dan terjatuh. Beberapa luka di tubuhnya bahkan sudah mengalami infeksi hingga mengeluarkan nanah. Di kepalanya terdapat benjolan yang cukup besar, sementara keterbatasan air membuat kebersihan dirinya sulit terjaga hingga rambutnya dipenuhi kutu.




  Kustian kini hanya tinggal bersama Nek Wati, neneknya yang berusia 75 tahun. Ibu Kustian telah meninggal dunia, sedangkan ayahnya pergi meninggalkan mereka. Bahkan, Kustian sudah tidak mampu mengingat wajah kedua orang tuanya. Kini, Nek Wati menjadi satu-satunya orang yang merawat dan menemani Kustian.


  Namun, Nek Wati sendiri sudah lanjut usia dan sedang dalam kondisi sakit. Pendengarannya mulai berkurang dan ia juga kerap lupa. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nek Wati hanya mengandalkan pekerjaan sederhana seperti membantu membersihkan dan mencuci milik pemilik rumah tempat mereka tinggal.




  Penghasilannya pun tidak menentu. Mereka dapat tinggal di rumah tersebut tanpa membayar sewa karena pemiliknya merasa iba dengan kondisi keduanya. Sementara itu, Kustian berusaha membantu dengan menjajakan makanan ringan dari rumah ke rumah. Sayangnya, tidak semua orang menerima Kustian dengan baik, bahkan ia pernah mengalami kejadian di mana dirinya dicurangi saat berjualan.


  Keterbatasan mereka membuat kebutuhan sehari-hari semakin sulit terpenuhi. Saat relawan Sinar Fund datang berkunjung, Kustian dan Nek Wati ternyata sudah 2 hari tidak makan. Kondisi Nek Wati yang sedang sakit juga membuat mereka kesulitan mendapatkan air dan menjaga kebersihan.




  Ketika relawan memberikan roti yang dibawa untuk mereka, Kustian dan Nek Wati terlihat sangat senang. Kustian langsung menyantap roti tersebut dengan lahap bersama neneknya. Momen sederhana itu menjadi gambaran betapa berat keadaan yang sedang mereka hadapi, ketika makanan sederhana menjadi sesuatu yang begitu berarti setelah dua hari menahan lapar.


  Di usia yang masih sangat muda, Kustian seharusnya mendapatkan kesempatan untuk belajar, bermain, dan tumbuh dengan layak. Namun, ia justru harus ikut berjuang memenuhi kebutuhan hidup bersama Nek Wati yang sudah lanjut usia. Kini, keduanya membutuhkan perhatian dan pendampingan agar kebutuhan kesehatan, makanan, kebersihan, serta kebutuhan sehari-hari dapat perlahan terpenuhi.




  Sahabat Aksi, mari hadir untuk Kustian dan Nek Wati. Bantuan yang diberikan dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung Kustian mendapatkan perawatan yang ia butuhkan.


Berikan donasi terbaikmu untuk membantu Kustian dengan cara :

  1. Klik tombol Donasi Sekarang.
  2. Masukan Nominal Donasi.
  3. Pilih Metode Pembayaran (GoPay/ LinkAja/ BNI/ Mandiri/ BCA/ BRI/ BSI/ Kartu Kredit).
  4. Ikuti instruksi selanjutnya untuk menyelesaikan pembayaran.


  Sahabat Aksi bukan hanya bisa mendoakan dan ikut berdonasi, namun sahabat juga bisa membantu lebih dengan membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak orang yang membantu.

---------------------------------------------------

Alamat Kantor Yayasan Sinar Fund Indonesia :

  Jl. Ahmad Yani No.669, RT 001/ RW 008, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa barat 40121

Legalitas Yayasan Sinar Fund Indonesia :

Izin KEMENKUMHAM

NOMOR AHU-0000297.AH.01.04.Tahun 2024

Hubungi Kami di :

0821 2945 4553 (Call Center)

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id