Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Luka Dibalik Gerobak Rujak Pak Latip Untuk Anak Sembuh

Luka Dibalik Gerobak Rujak Pak Latip Untuk Anak Sembuh

Rp 40.000Terkumpul dari Rp 50.000.000
60 Hari
3Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat orang yang kita cintai berjuang melawan sakit, sementara kemampuan kita untuk membantu begitu terbatas.”


  Langkahku terhenti di pinggir jalan sore itu, tepat di samping sebuah gerobak rujak sederhana. Rasa lapar yang semula terasa tiba-tiba hilang, tergantikan oleh rasa pilu saat melihat sebuah foto anak kecil yang tertempel di gerobak kayu tersebut.

  Dalam foto itu, terlihat wajah mungil dengan kondisi mata yang membengkak begitu besar hingga hampir menutupi wajahnya. Anak kecil itu adalah Siti Khumaira (3), buah hati dari Pak Latip (30).


  Sejak matahari terbit, Pak Latip telah menyusuri jalanan kota, mendorong gerobak rujak yang bahkan bukan miliknya. Ribuan langkah ditempuh tanpa memedulikan peluh yang terus menetes, demi mengumpulkan rupiah untuk keluarganya.


  Namun, hari itu tak banyak keberuntungan berpihak kepadanya. Hingga sore tiba, baru satu bungkus rujak yang berhasil terjual. Dalam kondisi ramai sekalipun, jika seluruh dagangannya habis, penghasilan kotor dari gerobak tersebut hanya sekitar Rp100 ribu, dan jumlah itu masih harus dibagi dengan pemilik gerobak. Sementara ketika sedang sepi, Pak Latip terkadang hanya membawa pulang sekitar Rp30 ribu.


  Penghasilan yang begitu terbatas itu harus ia bagi untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendampingi perjuangan putrinya melawan penyakit.


  Saat ini, Siti Khumaira terbaring lemah, memeluk rasa sakit yang begitu berat untuk tubuh kecilnya. Dokter mendiagnosis Siti mengalami Panuveitis, yaitu peradangan berat pada seluruh lapisan mata, serta Retinoblastoma, kanker mata ganas yang menyerang retina.


  Penyakit tersebut membuat kedua mata Siti tidak lagi dapat melihat. Tak hanya itu, salah satu kakinya kini kaku dan tak lagi bisa digerakkan.


  Tubuh mungil Siti bahkan pernah berada dalam kondisi kritis hingga tidak sadarkan diri selama kurang lebih dua bulan. Jangankan untuk mengunyah makanan, untuk bernapas pun terasa begitu berat. Selang menjadi salah satu jalan baginya untuk mendapatkan asupan, seperti air putih dan sesekali susu ketika Pak Latip memiliki rezeki lebih.

  Salah satu momen paling memilukan bagi keluarga adalah ketika perban di mata Siti harus dibuka. Jeritan dan tangis pecah dari bibir kecilnya, menahan rasa perih yang luar biasa ketika sang ayah dengan jemari gemetar mengoleskan salep pada mata buah hatinya.


  Di balik air mata dan rasa sakit yang harus ditahannya, Siti hanya memiliki satu keinginan sederhana yang kerap ia ungkapkan:

“Siti pengen sembuh, pengen lari dan bermain sama teman-teman...”

  Keinginan yang terdengar begitu sederhana bagi sebagian anak, tetapi menjadi sebuah harapan besar bagi Siti dan keluarganya.


  Setiap kali harus menjalani pengobatan ke rumah sakit, Pak Latip dan istrinya, Hanipah (27), mengandalkan angkutan umum. Itu pun jika mereka memiliki uang untuk ongkos perjalanan. Ketika tidak ada biaya, mereka terpaksa meminjam kepada tetangga, berharap masih ada yang bersedia membantu agar Siti tetap bisa mendapatkan pengobatan.


  Di tengah kondisi yang serba terbatas, Pak Latip terus berusaha. Ia tetap mendorong gerobaknya dari satu tempat ke tempat lain, berharap dari setiap rujak yang terjual ada sedikit rezeki yang bisa dibawa pulang untuk keluarganya dan membantu perjuangan Siti.


  Teman Beramal, mari bersama-sama meringankan langkah Pak Latip dan keluarga dalam mendampingi perjuangan Siti. Setiap rupiah yang kita sisihkan dapat menjadi bagian dari harapan agar Siti bisa mendapatkan pengobatan, kembali tersenyum, dan suatu hari nanti dapat berlari serta bermain seperti anak-anak lainnya.


  Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu biaya pengobatan Siti Khumaira serta memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga Pak Latip. Sebagian dana juga dapat digunakan untuk penerima manfaat lainnya serta mendukung program sosial dan kemanusiaan di bawah naungan Ruang Beramal Indonesia.



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id