Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Evan, Remaja Aktif yang Melawan Kanker Tulang

Evan, Remaja Aktif yang Melawan Kanker Tulang

Rp 10.000Terkumpul dari Rp 50.000.000
39 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Saya ingin sembuh, bisa sekolah lagi, dan punya kaki palsu supaya bisa beraktivitas seperti dulu.”



  Muhamad Evan Fadilah Hidayat, remaja berusia 15 tahun, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah begitu cepat. Sebelumnya, Evan adalah anak yang aktif dan senang berolahraga. Ia bahkan rutin berlatih di gym untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Evan juga memiliki cita-cita menjadi seorang tentara dan baru saja diterima di sekolah yang diinginkannya.

  Namun, suatu pagi, Evan tiba-tiba merasakan sakit pada salah satu kakinya. Rasa sakit itu muncul tanpa didahului jatuh maupun kecelakaan. Orang tua Evan kemudian membawanya ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Dari pemeriksaan lanjutan hingga biopsi, dokter menemukan adanya kanker pada tulang dan tulang rawan sendi.


  Kondisinya semakin memburuk. Kaki Evan mengalami pembengkakan yang cukup besar hingga membuatnya kesulitan beraktivitas. Rasa sakit juga membuat aktivitasnya semakin terbatas, bahkan berat badannya ikut turun cukup banyak. Hingga akhirnya, Evan harus menghadapi kenyataan pahit: 3 bulan yang lalu, salah satu kakinya harus diamputasi.

  Terpukul dan menangis sejadi-jadinya, Evan tak kuasa menahan kesedihan saat menyadari kaki kanannya telah diamputasi, ia harus menerima kenyataan bahwa salah satu bagian tubuhnya telah hilang demi menjalani pengobatan kanker yang dideritanya.


  Di usia yang seharusnya dipenuhi aktivitas sekolah, olahraga, dan bermain bersama teman-teman, Evan justru harus menjalani pengobatan yang panjang. Sudah sekitar satu tahun ia berjuang menghadapi sakit dan menjalani berbagai proses pengobatan. Kini, setelah menjalani amputasi, perjuangan Evan belum selesai. Ia masih harus menjalani kemoterapi dan membutuhkan berbagai kebutuhan penunjang selama proses pemulihan.

  Di balik perjuangan Evan, ada sosok ayah yang tak pernah berhenti mendampinginya. Ayah Evan, Pak Rivan Firmansyah (46 tahun), bekerja sebagai pekerja kebersihan dengan penghasilan sekitar Rp120.000 per hari. Penghasilan tersebut harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendampingi pengobatan Evan.


  Meski sebagian biaya pengobatan dapat ditanggung BPJS, keluarga tetap harus memenuhi berbagai kebutuhan lain, seperti kasa, kebutuhan perawatan, asupan gizi, serta biaya transportasi untuk kontrol dan menjalani pengobatan. Bagi keluarga dengan penghasilan terbatas, kebutuhan tersebut tentu tidak mudah dipenuhi.

  Pak Rivan mengaku sedih melihat kondisi anaknya. Namun, ia berusaha menerima keadaan dan terus mendampingi Evan agar bisa melewati masa sulit ini. Kini Evan hanya ingin kembali menjalani hidupnya.

  Ia ingin menyelesaikan pengobatan, kembali bersekolah, dan dapat bergerak lebih leluasa. Salah satu harapan terbesar Evan adalah memiliki kaki palsu, sehingga ia bisa perlahan belajar beraktivitas secara mandiri dengan kondisi tubuhnya saat ini.


  Sahabat kebaikan, cita-citanya menjadi tentara mungkin harus menghadapi perjalanan yang berbeda. Namun, Evan masih memiliki banyak harapan untuk masa depannya. Mari bantu Evan melanjutkan perjuangannya. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan kemoterapi, perawatan sehari-hari, kebutuhan gizi, transportasi kontrol dan pengobatan, serta pengadaan kaki palsu untuk Evan.

  Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk segala kebutuhan pengobatan Evan dan kebutuhan lainnya. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan penerima manfaat lainnya lainnya yang berada dibawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id