Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Rivan Hanya  Bisa Makan Lewat Selang  Sejak Lahir

Rivan Hanya Bisa Makan Lewat Selang Sejak Lahir

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
39 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Di usia yang baru 1 tahun 6 bulan, Muhammad Rivan Athariz sudah harus menjalani perjuangan panjang untuk bisa tumbuh dan bertahan seperti anak-anak seusianya. Sejak berusia 3 hari, Rivan sudah mengalami sesak napas dan muntaber. Kondisinya terus membuat kedua orang tuanya khawatir hingga akhirnya Rivan menjalani pemeriksaan dan perawatan intensif di rumah sakit.


  Dari hasil pemeriksaan, Rivan diketahui mengalami Atresia of Oesophagus with Tracheo-oesophageal Fistula, yaitu kelainan bawaan yang membuat kerongkongannya tidak terbentuk sempurna atau dalam kondisi buntu, sekaligus terdapat saluran tidak normal yang menghubungkan kerongkongan dengan batang tenggorokan.

  Karena kondisi tersebut, Rivan tidak bisa makan dan minum melalui mulut seperti anak-anak pada umumnya. Berbagai tindakan medis pun telah dijalani. Salah satunya adalah operasi untuk menyambungkan saluran makan dari kerongkongan menuju lambung. Namun, meski operasi telah dilakukan, perjuangan Rivan masih jauh dari selesai.



  Sampai sekarang, Rivan masih belum bisa makan dan minum melalui mulut. Susu, makanan, minuman, bahkan obat-obatannya harus diberikan melalui selang yang terpasang dari perut dan langsung menuju lambung.

  Rivan juga masih harus rutin menjalani rawat jalan di RSCM. Dokter merencanakan tindakan lanjutan berupa pelebaran saluran makan, tetapi saat ini kondisi Rivan harus diperkuat terlebih dahulu. Sebab, sebelumnya Rivan sempat mengalami gizi buruk dan berat badannya masih perlu ditingkatkan.

  Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, Rivan membutuhkan susu khusus. Namun, satu kaleng susu tersebut hanya dapat bertahan sekitar 3 hari. Di rumah, kebutuhan Rivan tidak berhenti pada susu. Ada kasa untuk merawat selang makan, cairan NaCl, obat-obatan, oksigen yang harus selalu tersedia ketika sesak datang, hingga biaya transportasi untuk bolak-balik kontrol ke rumah sakit.


  Apalagi, kondisi Rivan masih sering tiba-tiba drop. Sesak napas dan infeksi paru-paru masih kerap dialaminya. Saat sesaknya semakin berat, tubuh kecil Rivan bahkan bisa berubah menjadi kebiruan. Ia pernah berada dalam kondisi kritis hingga membutuhkan tindakan medis menggunakan pacu jantung.

  Saat itu, kedua orang tua Rivan hanya bisa pasrah melihat kondisi anaknya. Namun, Rivan masih diberi kesempatan untuk bertahan. Kini, ia kembali menjalani hari-harinya dengan selang di perut dan berbagai kebutuhan medis yang harus selalu tersedia.

  Di sisi lain, ayah Rivan, Pak Topik Hidayat, terus berusaha mencari nafkah dengan berjualan kue pancong keliling. Penghasilannya tidak menentu, hanya sekitar Rp50.000–Rp100.000 per hari. Penghasilan tersebut harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membayar kontrakan Rp600.000 setiap bulan, sekaligus memenuhi kebutuhan Rivan yang bisa mencapai sekitar Rp3.000.000 per bulan.


  Sahabat kebaikan, meski sebagian tindakan medis di rumah sakit telah ditanggung BPJS, kebutuhan Rivan di luar rumah sakit tetap menjadi beban keluarga. Terutama susu khusus, perlengkapan perawatan selang, obat-obatan, oksigen, serta kebutuhan lainnya.


  Orang tua Rivan hanya ingin ia bisa terus bertahan, gizinya membaik, dan dapat menjalani pengobatan hingga suatu hari nanti bisa makan dan minum melalui mulut seperti anak-anak lainnya. Bantuan yang diberikan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan susu khusus, kasa, NaCl, oksigen, obat-obatan, transportasi kontrol, serta kebutuhan medis Rivan lainnya.


  Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk segala kebutuhan pengobatan Rivan dan kebutuhan lainnya. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan penerima manfaat lainnya lainnya yang berada dibawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id