Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Ringankan Beban Keluarga Dhuafa Pejuang Nafkah

Ringankan Beban Keluarga Dhuafa Pejuang Nafkah

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
105 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Barangsiapa yang melapangkan satu kesulitan dunia seorangan mukmin, maka Allah akan melapangkan baginya satu kesulitan pada hari kiamat.” (HR. Muslim)


  Sujud Malam Ibu Siti: Air Mata di Balik Bilik yang Rapuh Di tengah sudut kampung yang sunyi, jauh dari hiruk-pikuk kemewahan, ada sebuah bilik sederhana yang dindingnya sudah banyak berlubang. Di sanalah Ibu Siti Patimah, seorang perempuan tangguh, tinggal menumpang bersama suami dan ketiga anaknya. Ketika malam tiba dan angin dingin atau air hujan menerobos masuk melalui celah dinding, Ibu Siti hanya bisa terdiam.


  Di saat anak-anaknya telah terlelap, di dalam keheningan malam ia menatap langit-langit bilik yang rapuh sembari meneteskan air mata. Beban di pundaknya teramat berat. Sejak suaminya jatuh sakit dan lumpuh total di tempat tidur selama tiga tahun terakhir, Ibu Siti harus berdiri tegak sendirian sebagai tulang punggung tunggal keluarga.


  Memulung Sampah Berkilometer Demi Upah 20 Ribu Rupiah Setiap pagi, sebelum matahari memancarkan teriknya, Ibu Siti sudah melangkah keluar. Dengan sebuah karung lusuh di pundaknya, ia menyusuri jalanan dan perumahan untuk memungut botol plastik, kardus, atau barang bekas apa saja yang masih layak jual.


  Pekerjaan kasar ini tidaklah mudah. Ibu Siti harus berjalan berkilo-kilometer, membongkar tumpukan sampah yang kotor, bahkan tangannya tak jarang terluka oleh benda tajam yang tersembunyi. Semua perih itu ia tahan demi membawa pulang rupiah.


  Namun, hasil dari peluh keringatnya sering kali jauh dari cukup. Dalam sehari, ia kadang hanya membawa pulang uang sekitar Rp20 ribu. Uang yang sangat minim itu harus ia bagi untuk membeli beras dan kebutuhan dasar lainnya. Sering kali, Ibu Siti rela menahan lapar dan memberikan porsi makannya agar anak-anaknya bisa makan, meskipun mereka hanya bisa makan nasi putih hangat dengan taburan garam seadanya.


  Luka Terperih: Impian Sekolah Anak-Anak yang Nyaris Terkubur Di antara semua ujian hidup yang menghimpit, hal yang paling menyayat hati Ibu Siti adalah masa depan ketiga anaknya. Akibat keterbatasan biaya, anak-anaknya kini terancam putus sekolah dan harus mengubur mimpi-mimpi mereka. Sebagai seorang ibu, melihat anak-anaknya kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih cita-cita adalah luka batin yang paling dalam.


Rasulullah ﷺ bersabda:

  “Satu dinar yang engkau nafkahkan di jalan Allah... dan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu.” (HR. Muslim)


  Jika seorang ibu berjuang begitu mulia di jalan Allah demi menghidupi keluarganya, alangkah besarnya pahala kita jika ikut meringankan pundak rapuhnya.


  #TemanBaik, Mari Jaga Sesama dan Ringankan Langkah Ibu Siti Melalui program Jaga Sesama, mari kita satukan hati untuk menjadi jawaban atas doa-doa sunyi Ibu Siti di sepertiga malam.



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id