Terancam kehilangan tangan bantu bima berjuang lawan kanker tulang

Namanya Bima Satria Devano, seorang anak laki-laki yang berasal dari Kiliran Jao, Sijunjung.
Di usianya yang baru 12 tahun, Bima harus menghadapi kenyataan pahit setelah dokter mendiagnosisnya mengalami kanker tulang stadium 4 atau osteosarcoma.
Bima merupakan putra dari Bapak Debi Irawan dan Ibu Novita Sari. Sang ayah sehari-hari berjualan Pop Ice dan minuman untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara ibunya menjadi ibu rumah tangga. Bima dikenal sebagai anak yang
aktif dan memiliki semangat untuk membantu keluarganya.
Sekitar enam bulan terakhir, Bima mengalami kejadian yang mengubah semuanya.Saat itu Bima bermain sepeda dan mengalami kecelakaan hingga terjatuh dan tertimpa sepeda.
Bima kesakitan. Namun, ia memilih diam.
Bima tidak berani menceritakan rasa sakitnya kepada sang ibu karena takut dimarahi. Ia menahan sakit itu seorang diri tanpa banyak mengadu.
Setelah kejadian tersebut, mulai terlihat benjolan pada bagian tubuhnya yang semakin lama semakin membesar.
Di tengah kondisi tubuhnya yang mulai sakit, Bima masih memikirkan keluarganya. Sang ayah berjuang membiaya pengobatan bima dengan berjualan minuman
Dunia keluarga seakan runtuh. Di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas, mereka harus menghadapi penyakit yang membutuhkan pengobatan panjang dan biaya yang tidak sedikit.
Keluarga kemudian berusaha membawa Bima ke RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Namun perjalanan dari kampung menuju Padang bukanlah hal mudah bagi keluarga Bima.
Beberapa kali mereka harus bolak-balik ke Padang dengan membawa uang yang sangat terbatas.
Bahkan, demi memenuhi kebutuhan pengobatan Bima, keluarga sampai harus menjual seng sebanyak tiga kodi.
“Kami sudah berusaha semampu kami. Uang yang ada kami gunakan untuk Bima. Sampai barang-barang juga sudah kami jual, tapi kami masih belum sanggup memenuhi semua kebutuhannya,” ucap Ayah Bima sambil menangis.
Bima mengalami osteosarcoma atau kanker tulang stadium 4.
Kanker tulang jenis osteosarcoma dapat berkembang agresif dan membutuhkan penanganan medis yang serius. Pada stadium lanjut, pengobatan dapat melibatkan berbagai tahapan sesuai kondisi Bima dan hasil evaluasi dokter.
“Saya cuma ingin anak saya sembuh. Bima masih kecil, masih banyak yang ingin dia lakukan. Tolong bantu kami agar Bima bisa terus berobat,” ucap Ayah Bima sambil menangis.
Teman Baik, mari bersama menjadi bagian dari perjuangan Bima...

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
