Tolong Listiya Sembuh dari Luka bakar serius

Siang itu, Buk Nurmi sedang memasak di dapur, suatu hal yang tidak pernah di sangka-sangka menimpa putri kecilnya yang waktu itu masih berumur 2 tahun. Kala Buk Nurmi sedang sibuk, tiba-tiba putri kecilnya Listiya sudah berada di dapur dan memasukan mainannya ke air mendidih yang baru siap dimasak. Melihat mainannya masuk ke ember berisi air mendidih, ia langsung mencemplungkan badannya ke ember tersebut untuk mengambil mainannya. Listiya kecilpun menangis dan berteriak histeris kesakitan. Sekujur tubuhnya melepuh dan memerah hingga mengelupas.
Buk Nurmi tak kuasa menahan tangisnya dan langsung melarikan Listiya ke Rumah Sakit terdekat. Melihat kondisi Listiya yang sangat parah, hingga harus dirujuk ke salah satu Rumah Sakit yang ada di Padang. Untuk sampai ke Padang, Bu Nurmi harus menempuh jarak selama 8 jam perjalanan. Listiya melakukan pengobatan rutin ke Rumah Sakit dan telah menjani beberapa kali rangkaian operasi. Listiya sudah menjalani lebih dari 10 kali operasi. Setiap waktu, Listiya selalu merintih kesakinan merasakan perih dan gatal yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Meskipun sudah menjalani beberapa kali operasi, Listiya belum kunjung sembuh dan masih harus menjalani operasi-operasi berikutnya untuk memulihkan luka-luka bakar yang terdapat disekujur tubuhnya.
Bu Nurmi dan suami selalu berusaha untuk melanjutkan pengobatan Listiya. Mulai dari mencari pinjaman, hingga ladang satu-satunya sebagai mata pencaharian pun ludes terjual. Orang tua Listiya khawatir jika tidak dapat melanjutkan pengobatannya. Ia ingin melihat anaknya kembali sehat dan tidak lagi mendengar rintihan kesakitan dari putrinya. Pak Sholehan hampir putus asa untuk mencarikan biaya pengobatan Listiya, sedangkan ia hanya bekerja sebagai buruh sawit. Itupun kalau ada sawit orang yang sedang panen. Upah yang didapat Pak Sholehan 60 ribu perhari, hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari.
Listiya pernah menangis malu karena merasa berbeda dengan teman-temannya, Ia pun masih kesulitan menulis. Buk Nurmi pun tak kuasa menahan tangis membayangkan harus berapa banyak lagi operasi yang harus dijalani Listiya.
Orang baik, jangan biarkan masa depan Listiya terhenti karena bencana yang menimpanya. Maukah engkau meringankan perjuangannya dalam meraih kesembuhan?

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
