Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Ayah Pergi Putri Berjuang Lawan 2 Penyakit Ganas

Ayah Pergi Putri Berjuang Lawan 2 Penyakit Ganas

Rp 0Terkumpul dari Rp 65.000.000
5 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Sudah 8 bulan lamanya, Putri berjuang bertahan melawan 2 penyakit ganas yang intai keselamatannya. Kepalanya semakin membesar dipenuhi cairan yang terus menekan otaknya. Di pangkal pahanya, tumbuh tumor yang juga kian membesar setiap harinya. Mirisnya lagi, Putri harus berjuang tanpa sosok Ayah yang justru tega meninggalkannya.

  “Bu… Ayah kenapa pergi Bu? Apa Ayah malu ya liat aku kayak gini? Apa Ayah malu punya anak yang ngga sempurna?”

  Jika sudah bisa berbicara, mungkin kalimat itulah yang akan ditanyakan Putri Maolidia (15bln) kepada Ibunya. Ayahnya dengan tega meninggalkan Putri dengan Ibunya begitu saja tanpa memberi kabar. Padahal, Putri sangat membutuhkan sosok Ayahnya untuk menemani hari-harinya yang penuh rasa sakit akibat hidrosefalus dan tumor yang dideritanya sejak lahir.


  Sejak dalam kandungan, sebenarnya kondisi Putri sudah tidak baik-baik saja. Namun sayangnya, karena tak memiliki biaya yang cukup, sang Ibu hanya bisa memberi vitamin seadanya untuk terus menjaga kondisi Putri di dalam kandungan.

  Setelah hembuskan napas pertamanya, lingkar kepala Putri jauh berbeda dengan bayi yang baru lahir pada umumnya. Kepala Putri terlihat sangat besar, hampir sama dengan tubuhnya sendiri.


  Bukan seperti penderita hidrosefalus biasa, kepala Putri terus membesar terus menerus dengan cepat dengan ukuran yang bertambah drastis. Cairan di otaknya pun semakin menumpuk, membuat bayi mungil ini kaku, sulit menggerakkan badannya sendiri.

  Sampai Putri masuk di usia 8 bulan, kondisinya belum sama sekali membaik. Bahkan bertambah buruk ketika sang Ayah malah memutuskan pergi meninggalkan Putri bersama Ibu dan Kakeknya seorang diri.


  Ditambah, di bagian pangkal paha belakang Putri, juga terdapat benjolan yang kian membesar seiring bertambahnya usia Putri. Benjolan itu membuat tak bisa tidur nyenyak sambil berbaring. Putri pun terpaksa harus menahan kepala sekaligus tubuhnya dengan posisi miring!

  Selama ini ia tak pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi anak yang sehat. Hari-harinya selalu dipenuhi dengan rasa sakit yang menyiksa tubuh mungilnya, bertarung melawan 2 penyakit ganas itu. Kondisinya kian kritis, hanya operasi ratusan juta yang bisa menyelamatkan nyawa Putri.


  Sayang, Putri hanya bisa berbaring tak berdaya di rumah Kakeknya dengan kondisi yang memprihatinkan. Padahal, seharusnya ia menjalani terapi pembuangan cairan yang membanjiri kepalanya.

  Untuk hidup sehari-hari saja, Putri hanya menggantungkan asanya kepada sang Nenek yang bekerja sebagai buruh pemetik daun teh. Upahnya, jangankan untuk biaya pengobatan, untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari saja mereka sudah kesulitan.

***

  #OrangBaik, sungguh dalam luka dan penderitaan yang harus dirasakan Putri di usianya yang masih sangat belia. Meskipun tak kenal dengan Putri, apakah kamu tega membiarkan ia mengerang kesakitan begitu saja? Yuk jadi Kakak asuh untuk Putri, kita temani dia bisa bertahan dan sembuh, caranya dengan:

  1. Klik tombol “Donasi sekarang!”.
  2. Masukkan Nominal Donasi.
  3. Pilih metode pembayaran (Dompet Kebaikan/GO-PAY/DANA/Shopee Pay/LinkAja/Jenius Pay/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Mandiri Syariah/Kartu Kredit).
  4. Dapatkan laporan melalui email.
Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id