Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Berjuang Sendiri Lawan Kanker Bu Karniti Hanya Ingin Sembuh

Berjuang Sendiri Lawan Kanker Bu Karniti Hanya Ingin Sembuh

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
76 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  "Saya nggak menyangka punya penyakit seperti ini..." ucap seorang Ibu sambil menahan air mata.


  Ini adalah kisah dari Bu Karniti (55 Tahun), awalnya ia tidak merasakan keluhan apa pun. Hingga suatu hari muncul benjolan kecil di payudara sebelah kirinya. Karena khawatir, ia memeriksakan diri ke dokter. Hasil pemeriksaan itu menjadi kabar yang paling menyedihkan, ia diduga mengidap kanker payudara.


  Sejak saat itu, hidup beliau berubah. Rasa sedih, takut, dan bingung bercampur menjadi satu. Ia tak pernah membayangkan harus menghadapi penyakit berat seorang diri.


  Demi mempertahankan hidup, Bu Karniti telah menjalani dua kali operasi pengangkatan benjolan di payudaranya. Namun perjuangannya belum berakhir. Hingga kini ia masih harus rutin kontrol ke rumah sakit, mengganti perban setiap minggu di puskesmas, menjalani pemeriksaan setiap tiga minggu sekali, serta mengonsumsi obat secara rutin.


  Sayangnya, tidak semua obat bisa ditanggung. Ada kalanya dokter meresepkan obat yang harus dibeli sendiri, tetapi ia hanya bisa menunduk karena tak memiliki uang. Dengan terpaksa menunda membeli obat yang sangat dibutuhkannya.


  Untuk bertahan hidup, Bu Karniti bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan upah sekitar Rp50.000 per hari, itu pun hanya jika ada tetangga yang memanggilnya untuk bersih-bersih rumah. Penghasilan yang tak menentu itu harus cukup untuk makan, biaya berobat, ongkos transportasi, hingga membeli obat.


  Selama menjalani pengobatan, satu per satu barang berharganya telah habis dijual. Anting, cincin, dan perhiasan yang ia miliki rela dilepas demi membayar ongkos ojek ke puskesmas dan rumah sakit serta membeli obat-obatan. Kini, tak ada lagi yang bisa dijual.


  Cobaan Bu Karniti terasa semakin berat karena ia harus menghadapinya seorang diri. Sudah 15 tahun sang suami pergi meninggalkannya tanpa kabar. Ketiga anaknya telah berkeluarga, sehingga mereka mempunyai kesibukannya masing-masing. Yang selalu ia doakan justru kebahagiaan anak dan cucunya. Ia hanya berharap mereka sehat, hidup berkecukupan, dan diberikan kebahagiaan.


  Kini, harapan Bu Karniti sangat sederhana. Ia ingin sembuh, bisa mendapatkan pengobatan yang lebih baik, membeli obat yang dibutuhkan, serta kembali bekerja agar bisa mandiri.


"Saya cuma ingin sembuh dan bekerja lagi," tuturnya lirih.


  Sahabat Kebaikan, perjuangan Bu Karniti masih panjang. Mari ringankan langkahnya melawan kanker dengan memberikan bantuan terbaik. Setiap doa dan donasi yang diberikan akan membantu memenuhi kebutuhan obat, biaya kontrol, transportasi berobat, serta kebutuhan hidup sehari-harinya.


  Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Bu Karniti. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id