Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign 5 Tahun Sakit Pak Arman Tak Punya Ongkos Untuk Berobat

5 Tahun Sakit Pak Arman Tak Punya Ongkos Untuk Berobat

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
92 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

“Jalan saja sudah susah, suka sesak napas juga.”

  Kalimat itu terucap lirih dari Pak Arman, lansia berusia 60 tahun yang sudah lima tahun berjuang melawan penyakit ginjal. Dulu, tubuhnya masih kuat untuk bekerja sebagai buruh panggul di pasar dan menjadi petani di sawah. Meski sering merasakan sakit di pinggang dan dengkul, Pak Arman mengira itu hanya sakit biasa. Ia tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarganya.


  Namun, setelah diperiksakan ke dokter, Pak Arman justru harus dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari sana, ia dinyatakan mengalami gangguan ginjal. Seiring waktu, kondisinya semakin memburuk.

  Perut Pak Arman kini membesar. Tangan kirinya mengalami pembengkakan dan meninggalkan bekas luka akibat suntikan. Bahkan, ia pernah mengalami luka bernanah di bagian perut dan punggung hingga membuat bajunya menempel pada luka tersebut. Untuk berjalan saja Pak Arman sudah kesulitan. Ia juga kerap merasakan sesak napas sehingga tak lagi mampu bekerja seperti dulu.

  Demi menjalani cuci darah, motor satu-satunya yang ia miliki terpaksa dijual. Saat ini, Pak Arman seharusnya menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu. Namun, selama kurang lebih satu tahun, ia tidak bisa rutin berobat karena sudah tidak memiliki biaya untuk transportasi maupun kebutuhan penunjang kesehatannya.


  “Untuk makan pun susah. Apalagi buat ongkos sama berobat ke RS, ya terpaksa saya diam aja di rumah, nggak ada yang urus,” ungkap Pak Arman.

  Di rumah, Pak Arman tinggal bersama istrinya yang juga mengalami stroke hingga kesulitan berjalan. Sementara anak-anaknya sudah berkeluarga dan harus mengurus keluarga serta anak-anak mereka sendiri.

  “Istri saya sama anak dijagain, makanya saya sendiri aja berobat, nggak ada yang temenin,” ujarnya.

  Kini Pak Arman memilih tinggal di sebuah rumah singgah agar lebih dekat dengan rumah sakit. Meski begitu, perjalanan menuju rumah sakit tetap membutuhkan ongkos kendaraan umum. Dalam sekali perjalanan pulang-pergi, biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai Rp100 ribu, jumlah yang sangat besar bagi Pak Arman.

  Tak jarang, ketika tidak memiliki ongkos, ia hanya bisa berharap ada orang yang bersedia memberinya tumpangan. Jika tidak ada, ia terpaksa mengurungkan niat untuk pergi ke rumah sakit dan menjalani cuci darah. Padahal, pengobatan di rumah sakit sudah ditanggung BPJS. Yang menjadi kendala Pak Arman adalah biaya transportasi, obat-obatan, serta suplemen dan kebutuhan penunjang kesehatan yang harus ia penuhi selama menjalani pengobatan.


  Di tengah keterbatasannya, Pak Arman masih menyimpan sebuah harapan sederhana. Ia ingin sembuh dan kembali memiliki penghasilan. Jika kondisinya memungkinkan dan ada modal, ia ingin membuka warung kecil agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terus bergantung pada orang lain.

  Sahabat Kebaikan, Pak Arman tidak meminta banyak. Ia hanya ingin bisa kembali berobat, menjalani cuci darah secara rutin, dan memiliki kesempatan untuk menjalani hari-harinya dengan lebih layak. Mari bantu Pak Arman agar biaya transportasi, obat-obatan, dan kebutuhan penunjang kesehatannya tidak lagi menjadi penghalang untuk mendapatkan pengobatan.

  Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan pengobatan Pak Arman dan kebutuhan yang lainnya. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya dibawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id