Saat Banjir Datang Mereka Berjuang Demi Makan

"Kalau banjir datang, kami sudah tidak bisa ke mana-mana...", Dengan suara pelan, Abah Didi dan Bu Hodijah menceritakan bagaimana kehidupan yang harus mereka jalani selama bertahun-tahun.
Pasangan lansia ini hidup dari hasil berjualan sayur keliling. Ubi, singkong, kentang, cabai, dan berbagai hasil kebun lainnya mereka jual dari satu tempat ke tempat lain demi mendapatkan sedikit uang untuk bertahan hidup.
Namun siapa sangka, sayur-sayuran yang mereka jual itu bukan berasal dari lahan milik sendiri.
Karena tidak memiliki tanah, Abah Didi (64 tahun) dan Bu Hodijah (60 tahun) memanfaatkan sebidang lahan kosong di pinggir sungai untuk menanam berbagai kebutuhan dagangan mereka. Di situlah mereka menaruh harapan agar tetap bisa makan esok hari.
Sayangnya, kehidupan mereka tidak pernah jauh dari bencana. Mereka tinggal di kawasan yang sudah dikenal rawan banjir. Rumah sederhana yang mereka tempati pun jauh dari kata layak. Setiap kali hujan deras datang, rasa cemas selalu menghantui karena banjir bisa datang kapan saja.
Pernah suatu waktu banjir tidak surut hingga hampir satu minggu lamanya. Selama itu pula mereka terjebak di rumah. Tidak bisa bekerja. Tidak bisa berjualan. Tidak bisa mencari penghasilan.
Yang tersisa hanyalah beberapa singkong rebus yang harus mereka makan sedikit demi sedikit agar cukup untuk bertahan hingga air surut.
Penghasilan dari berjualan sayur sering kali hanya cukup untuk membeli beras. Jangankan memperbaiki rumah yang rusak atau pindah ke tempat yang lebih aman, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja mereka harus berjuang habis-habisan.
Modal usaha pun nyaris tidak ada. Saat relawan menemui mereka, uang yang mereka pegang saat itu hanya sekitar Rp20.000.
Karena itulah ketika relawan membeli dagangan mereka dan membiarkan uang kembaliannya, Abah Didi dan Bu Hodijah terlihat begitu bahagia.
Bagi sebagian orang mungkin jumlah itu tidak seberapa. Namun bagi mereka, itu adalah rezeki yang sangat berarti untuk melanjutkan hidup esok hari.
#SahabatAksi, di usia yang tidak lagi muda, Abah Didi dan Bu Hodijah masih harus berjuang menghadapi kemiskinan, ancaman banjir, dan keterbatasan modal usaha. Mari bersama hadirkan harapan untuk pasangan lansia pejuang ini agar mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki kondisi kehidupannya.
Yuk! Kita bantu Abah Didi dan Bu Hodijah dengan memberikan donasi terbaikmu.
- Klik tombol Donasi Sekarang.
- Masukan Nominal Donasi.
- Pilih Metode Pembayaran (GoPay/ LinkAja/ BNI/ Mandiri/ BCA/ BRI/ BSI/ Kartu Kredit).
- Ikuti instruksi selanjutnya untuk menyelesaikan pembayaran.
Sahabat Aksi bukan hanya bisa mendoakan dan ikut berdonasi, namun sahabat juga bisa membantu lebih dengan membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak orang yang membantu.
--------------------------------------------------------------
Alamat Kantor Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Jl. Ahmad Yani No.669, RT 001/ RW 008, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40121
Legalitas Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Izin KEMENKUMHAM
NOMOR AHU-0000297.AH.01.04.Tahun 2024
Hubungi Kami di :
0821 2945 4553 (Call Center)

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
