Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Rumahnya Roboh Harapannya Jangan Ikut Runtuh

Rumahnya Roboh Harapannya Jangan Ikut Runtuh

Rp 0Terkumpul dari Rp 10.000.000
62 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  "Waktu angin besar itu datang... Abah sama emak lagi di dalam rumah, Nak." Abah Karsim menatap sisa-sisa rumahnya sambil mengingat kejadian yang hingga hari ini masih membekas di hatinya.


"Atap rumah mulai terangkat. Kami panik. Untung saja sebelum semuanya roboh, Abah sama emak masih sempat lari keluar rumah..." Kalimat itu diucapkan Abah dengan suara lirih.


  Jika saja mereka terlambat beberapa detik, mungkin cerita yang Abah sampaikan hari ini tidak akan pernah bisa kita dengarkan.


  Beberapa waktu lalu, angin puting beliung menghantam rumah sederhana milik Abah Karsim (83 tahun) dan sang istri, Mak Juarsih (72 tahun).


  Dalam hitungan menit, tempat yang selama puluhan tahun menjadi saksi perjalanan hidup mereka roboh diterjang angin. Kini, hampir seluruh bagian rumah telah hancur. Yang tersisa hanyalah satu kamar kecil tempat Abah dan Mak Juarsih berteduh setiap malam. Namun kamar itu pun sebenarnya sudah tidak layak dihuni.


  Dindingnya retak. Rangka atapnya rapuh. Setiap kali angin bertiup atau hujan turun, Abah selalu dihantui rasa takut kalau-kalau sisa rumah itu ikut roboh menimpa mereka.


  Karena tidak memiliki biaya untuk memperbaikinya, Abah hanya mampu mengganjal bagian atap dan rangka rumah menggunakan kayu seadanya agar tidak ambruk. Itulah satu-satunya yang bisa dilakukan dengan tenaga dan uang yang masih beliau miliki.


  Namun rumah yang roboh bukan satu-satunya luka yang mereka rasakan. Sejak kejadian itu, Mak Juarsih berubah. Trauma yang begitu dalam membuat mentalnya tak lagi sama seperti dahulu.


  Di tengah percakapan, Mak Juarsih beberapa kali tiba-tiba menangis tanpa mampu menahan perasaannya. Setiap kali itu terjadi, Abah hanya bisa duduk di samping sang istri, menggenggam tangannya, dan menenangkan hingga emosinya perlahan kembali tenang.


Sementara di luar sana, hidup harus tetap berjalan.


  Di usia 83 tahun, Abah Karsim masih bekerja mengumpulkan botol dan plastik bekas untuk dijual kepada pengepul. Abah berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya mencari barang-barang yang sudah tidak terpakai.


  Botol demi botol dikumpulkan selama beberapa hari. Setelah jumlahnya dirasa cukup, barulah Abah menjualnya. Hasilnya pun sangat jauh dari cukup.


  Sekali menjual, Abah biasanya hanya membawa pulang sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000. Itu pun setelah beberapa hari mengumpulkan rongsokan.


  Dengan penghasilan sekecil itu, jangankan memperbaiki rumah yang hampir roboh. Untuk memiliki peralatan rumah tangga sederhana saja mereka tidak sanggup.


  Abah bercerita, beberapa peralatan seperti rice cooker yang ada di rumah bukanlah hasil membeli. Melainkan pemberian dari orang-orang baik yang merasa iba melihat kondisi mereka.


  Meski hidup dalam keterbatasan, Abah tidak pernah menyerah. Setiap pagi beliau tetap berangkat memungut rongsokan, lalu pulang membawa harapan agar masih ada sedikit rezeki untuk menyambung hidup bersama sang istri.


  Di usia yang seharusnya menjadi masa beristirahat, Abah justru harus berjuang lebih keras. Bukan hanya melawan lelah. Tetapi juga melawan rasa takut setiap kali langit mulai gelap dan angin bertiup kencang.


  Karena bagi Abah dan Mak Juarsih, suara angin hari ini bukan lagi sekadar hembusan. Melainkan pengingat akan malam ketika rumah mereka hampir merenggut nyawa keduanya.


  #SahabatAksi, Abah Karsim dan Mak Juarsih telah kehilangan hampir seluruh tempat tinggal yang mereka miliki. Bantuan yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, membantu biaya renovasi rumah agar kembali aman untuk dihuni, serta meringankan beban hidup pasangan lansia ini.


  Yuk! Kita bantu perjuangan Abah Karsim dan Mak Juarsih dengan memberikan donasi terbaikmu dengan cara:

  1. Klik tombol Donasi Sekarang.
  2. Masukan Nominal Donasi.
  3. Pilih Metode Pembayaran (GoPay/ LinkAja/ BNI/ Mandiri/ BCA/ BRI/ BSI/ Kartu Kredit).
  4. Ikuti instruksi selanjutnya untuk menyelesaikan pembayaran.


  Sahabat Aksi bukan hanya bisa mendoakan dan ikut berdonasi, namun juga bisa membantu lebih dengan membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

--------------------------------------------------------------

Alamat Kantor Yayasan Sinar Fund Indonesia :

  Jl. Ahmad Yani No.669, RT 001/ RW 008, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40121

Legalitas Yayasan Sinar Fund Indonesia :

Izin KEMENKUMHAM

NOMOR AHU-0000297.AH.01.04.Tahun 2024

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id