Dalam Gelap Mang Dede Tetap Bertahan

Saat masih kecil, Mang Dede pernah mengalami demam tinggi. Namun karena keterbatasan biaya, saat itu beliau tidak mendapatkan pengobatan. Sejak kejadian tersebut, penglihatannya semakin memburuk hingga akhirnya, ketika memasuki usia 20-an, Mang Dede sudah tidak mampu lagi melihat cahaya.
Sejak saat itu, Mang Dede harus menjalani hidup tanpa penglihatan. Namun keterbatasan tersebut tidak pernah membuatnya berhenti berusaha.
Mang Dede dikenal sebagai sosok yang gigih bekerja. Dalam kesehariannya, beliau bekerja sebagai buruh tani dan membantu mengurus kebun serta ternak kambing milik orang lain.
Dengan keterbatasan penglihatannya, pekerjaan tersebut tentu bukan sesuatu yang mudah. Tetapi bagi Mang Dede, selama masih ada pekerjaan yang bisa dilakukan, beliau akan tetap berusaha.
Bahkan tempat tinggal dan kandang kambing yang ditempatinya saat ini merupakan hasil kerja tangannya sendiri.
Dengan bahan seadanya dan tanpa bantuan orang lain, Mang Dede membangun tempat tinggal tersebut sedikit demi sedikit. Pengerjaannya bahkan membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga akhirnya bangunan sederhana itu bisa berdiri.
Namun sayangnya, tempat yang menjadi rumah bagi Mang Dede saat ini jauh dari kata layak.
Rumah tersebut berdiri di atas lahan yang miring, tepat di pinggir jurang. Kondisinya pun sangat sederhana, hanya terbuat dari kayu-kayu bekas yang ditempel seadanya. Ketika musim hujan tiba, atap rumah sering mengalami kebocoran. Dapur dan kamar mandinya pun dibuat seadanya.
Meski kondisi tempat tinggalnya seperti itu, Mang Dede tetap bertahan. Beliau tidak memiliki pilihan lain karena hanya di tempat itulah beliau bisa membangun rumah dan melanjutkan hidup.
Kambing-kambing yang dirawat Mang Dede pun bukan miliknya sendiri. Beliau hanya membantu merawat kambing milik orang lain. Jika kambing tersebut berkembang biak dan anak kambingnya kemudian terjual, barulah Mang Dede mendapatkan bagian dari hasilnya.
Penghasilan yang diterima dari merawat kambing dan mengurus kebun pun sangat terbatas. Dalam sebulan, Mang Dede hanya mendapatkan sekitar Rp500.000.
Dengan penghasilan tersebut, Mang Dede harus mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Tidak heran jika makanan yang disantapnya pun sering kali hanya dengan lauk seadanya.
Namun di tengah segala keterbatasan itu, Mang Dede tetap memilih untuk bekerja. Beliau tidak meminta untuk dikasihani. Beliau hanya ingin tetap memiliki kesempatan untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan kemampuannya sendiri.
Mang Dede mungkin tidak bisa melihat dunia seperti kebanyakan orang. Tetapi semangatnya untuk terus bertahan hidup seolah menunjukkan bahwa keterbatasan penglihatan tidak pernah berhasil memadamkan harapannya.
#SahabatAksi, di balik rumah sederhana yang berdiri di pinggir jurang dan kehidupan yang serba terbatas, ada seorang Mang Dede yang masih terus berusaha menjalani hari-harinya.
Mari bersama kita bantu Mang Dede agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan memiliki kehidupan yang lebih layak.
Yuk, ikut menjadi bagian dari perjuangan Mang Dede dengan memberikan donasi terbaikmu dengan cara :
- Klik tombol Donasi Sekarang.
- Masukkan nominal donasi.
- Pilih metode pembayaran (GoPay/LinkAja/BNI/Mandiri/BCA/BRI/BSI/Kartu Kredit).
- Ikuti instruksi selanjutnya untuk menyelesaikan pembayaran.
Sahabat Aksi bukan hanya bisa mendoakan dan ikut berdonasi, namun Sahabat juga bisa membantu lebih banyak dengan membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak orang yang ikut membantu.
-----------------------------------------------
Alamat Kantor Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Jl. Ahmad Yani No.669, RT 001/ RW 008, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40121
Legalitas Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Izin KEMENKUMHAM
NOMOR AHU-0000297.AH.01.04.Tahun 2024
Hubungi Kami di :
0821 2945 4553 (Call Center)

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
