Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Kanker Otak Merenggut Harapan Dek Annisa

Kanker Otak Merenggut Harapan Dek Annisa

Rp 240.000Terkumpul dari Rp 10.000.000
28 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  "Awalnya saya kira hanya sakit biasa..." ucap sang ibu sambil mengingat kembali awal mula perjuangan putrinya melawan penyakit yang kini mengubah hidup mereka.


  Tak ada yang menyangka, muntah-muntah yang awalnya hanya terjadi sesekali ternyata menjadi awal dari perjuangan panjang yang harus dijalani Dek Annisa.


  Pada awal tahun 2025, Dek Annisa mulai mengalami muntah-muntah. Saat itu kondisinya belum terlalu sering sehingga keluarga mengira penyakit tersebut tidak berbahaya. Namun memasuki bulan Maret dan April, muntah yang dialami Dek Annisa semakin sering terjadi. Perlahan, kondisi tubuhnya pun mulai berubah. Jalannya menjadi sempoyongan, tubuhnya sulit menjaga keseimbangan, dan kaki kanannya mulai sulit digerakkan.


  Hari demi hari kondisi Dek Annisa terus memburuk. Muntah yang tak kunjung berhenti membuat tubuhnya semakin lemah. Hingga akhirnya, pada akhir bulan Juni, Dek Annisa sudah tidak mampu berjalan lagi. Tubuh kecilnya terasa begitu lemas hingga tampak seperti lumpuh.


  Sang ibu segera membawa Dek Annisa ke puskesmas. Berdasarkan keluhan dan gejala yang dialami, dokter menduga adanya gangguan serius pada otak sehingga Dek Annisa langsung dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


  Selama hampir tiga minggu, Dek Annisa menjalani berbagai pemeriksaan. Hasil yang diterima keluarga begitu mengejutkan. Di dalam otaknya ditemukan tumor berukuran sekitar 6 sentimeter. Selain itu, Dek Annisa juga didiagnosis mengalami hidrosefalus, yaitu penumpukan cairan di dalam otak yang harus segera ditangani.

  Sebelum menjalani operasi pengangkatan tumor, dokter terlebih dahulu melakukan pemasangan selang untuk membantu mengatasi hidrosefalus yang dialaminya. Setelah kondisinya cukup stabil, Dek Annisa akhirnya menjalani operasi pengangkatan tumor.

  Alhamdulillah, setelah operasi tersebut kondisi Dek Annisa sempat membaik. Ia bahkan sudah bisa kembali berjalan sehingga keluarga mulai memiliki harapan bahwa perjuangan mereka akan segera berakhir.


Namun harapan itu tidak berlangsung lama.


  Saat menjalani kontrol lanjutan, dokter menyampaikan bahwa tumor yang diangkat ternyata bersifat ganas dan Dek Annisa didiagnosis menderita kanker otak. Demi mencegah penyakitnya semakin berkembang, Dek Annisa harus menjalani terapi radiasi.

  Sayangnya, perjuangan itu kembali dihadapkan pada kenyataan yang berat. Dek Anisa masih menyimpan trauma setelah menjalani berbagai tindakan medis. Di sisi lain, kondisi ekonomi keluarga juga membuat pengobatan tidak dapat langsung dilanjutkan. Selama kurang lebih tiga bulan, terapi yang seharusnya dijalani terpaksa tertunda.

  Ketika akhirnya kembali menjalani pemeriksaan, hasil CT Scan menunjukkan bahwa tumor di otak Dek Annisa telah muncul kembali dengan ukuran sekitar 2,9 sentimeter.


  Meski demikian, Dek Annisa tidak menyerah. Dengan segala rasa takut yang masih menghantuinya, ia berusaha menjalani terapi radiasi hingga 30 kali demi mempertahankan harapan untuk sembuh.


  Di balik semua perjuangan itu, ada satu impian sederhana yang masih disimpan Dek Annisa.


  Ia ingin kembali bersekolah. Ia rindu mengenakan seragam, belajar di kelas, dan bercanda bersama teman-temannya. Namun hingga hari ini, kondisi fisiknya belum memungkinkan untuk mewujudkan impian tersebut.


  Di sisi lain, perjuangan sang ibu pun tidak kalah berat. Sejak berpisah dengan suaminya, kini hanya beliau yang merawat dan mendampingi Dek Annisa menjalani seluruh proses pengobatan. Demi memenuhi kebutuhan hidup sekaligus biaya pengobatan, sang ibu bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan penghasilan yang sangat terbatas. Penghasilan tersebut jauh dari cukup untuk menutupi berbagai kebutuhan yang terus berdatangan selama proses pengobatan Dek Annisa.


  Sahabat Aksi, di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan semangat belajar, Dek Annisa justru harus berjuang melawan kanker otak dan menjalani pengobatan yang panjang.


  Yuk! Kita bantu perjuangan Dek Annisa dengan memberikan donasi terbaikmu dengan cara:

  1. Klik tombol Donasi Sekarang.
  2. Masukkan nominal donasi.
  3. Pilih metode pembayaran (GoPay/LinkAja/BNI/Mandiri/BCA/BRI/BSI/Kartu Kredit).
  4. Ikuti instruksi selanjutnya untuk menyelesaikan pembayaran.


  Sahabat Aksi bukan hanya bisa mendoakan dan ikut berdonasi, namun Sahabat juga bisa membantu lebih banyak dengan membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

--------------------------------------------------------------

Alamat Kantor Yayasan Sinar Fund Indonesia :

  Jl. Ahmad Yani No.669, RT 001/ RW 008, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40121

Legalitas Yayasan Sinar Fund Indonesia :

Izin KEMENKUMHAM

NOMOR AHU-0000297.AH.01.04.Tahun 2024

Hubungi Kami di :

0821 2945 4553 (Call Center)

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id