Novi Berjuang Melawan Tumor dan Luka Bullying

Sejak kecil, Novi harus menghadapi kondisi kesehatan yang membuatnya kehilangan kepercayaan diri. Di balik benjolan besar di mata kanannya, ada luka akibat perundungan dan perjuangan seorang ibu yang tak pernah berhenti berharap.
Novi, gadis berusia 20 tahun, telah hidup dengan benjolan besar di bagian mata kanannya sejak duduk di kelas 1 SD. Berdasarkan diagnosis yang disampaikan, Novi mengalami benign neoplasm of peripheral nerves and autonomic nervous system, yaitu neoplasma atau tumor pada saraf perifer dan sistem saraf otonom.
Kondisi ini bermula ketika Novi mengalami sakit di bagian mata saat masih kecil. Namun, setelah menjalani pengobatan, pembengkakan justru semakin parah dan terus membesar seiring berjalannya waktu.
Bukan hanya kondisi kesehatannya yang harus ia hadapi, Novi juga mengalami luka akibat perlakuan orang-orang di sekitarnya. Sejak kecil, ia kerap diejek oleh teman-temannya, bahkan oleh warga sekitar karena kondisi fisiknya. Salah satu perkataan yang masih membekas dalam ingatannya adalah ketika seseorang menyebutnya sebagai beban keluarga.
Ejekan tersebut perlahan membuat Novi kehilangan kepercayaan diri. Ia tumbuh menjadi pribadi yang murung dan takut menghadapi dunia luar. Bahkan, rasa malu membuatnya enggan keluar rumah untuk menjalani pengobatan. Setelah menyelesaikan pendidikan kelas 6 SD, Novi pun tidak melanjutkan sekolahnya.
Pada 2021, Novi mulai kembali menjalani pengobatan. Namun, perjuangannya kembali diuji ketika salah satu dokter di rumah sakit menyampaikan bahwa tindakan pengobatan lebih lanjut sulit dilakukan. Kabar itu membuat Novi sangat terpukul. Sepulang dari rumah sakit, ia menangis sepanjang hari di kamarnya.
Di tengah kesedihan itu, sang ibu tetap berusaha mencari jalan agar anaknya bisa mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung pengobatan Novi, mereka membuat minyak bawang untuk diolah oleh pembeli dan menjual bawang goreng. Penghasilan dari usaha sederhana tersebut memang terbatas, tetapi itulah yang bisa mereka upayakan untuk terus bertahan.
Meski pengobatan Novi ditanggung oleh jaminan kesehatan, ia kerap dirujuk ke RSUD pusat yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Perjalanan menuju rumah sakit rujukan dan kebutuhan pendukung selama pengobatan tetap membutuhkan biaya, sementara penghasilan mereka sangat terbatas.
Di tengah segala keterbatasan, Novi masih menyimpan sebuah cita-cita sederhana.
Jika kondisi kesehatannya membaik dan ia memiliki kesempatan untuk bekerja, Novi ingin menjadi buruh pabrik. Ia ingin memiliki penghasilan sendiri, membantu ibunya, dan membalas perjuangan yang selama ini telah diberikan untuknya.
Novi tidak meminta kehidupan yang mewah. Ia hanya ingin memiliki kesempatan untuk bekerja, menjalani hidup dengan lebih percaya diri, dan membuat ibunya bahagia.
Kini, Novi mulai kembali memberanikan diri untuk menjalani pengobatan. Setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi kesehatan dan luka akibat perundungan, ia membutuhkan dukungan agar dapat terus mengupayakan penanganan medis yang sesuai dengan kondisinya.
Sahabat Aksi, mari kita bantu Novi agar dapat melanjutkan perjuangan dan cita citanya untuk sembuh dengan memberikan donasi terbaikmu melalui cara :
- Klik tombol Donasi Sekarang.
- Masukan Nominal Donasi.
- Pilih Metode Pembayaran (GoPay/ LinkAja/ BNI/ Mandiri/ BCA/ BRI/ BSI/ Kartu Kredit).
- Ikuti instruksi selanjutnya untuk menyelesaikan pembayaran.
Sahabat Aksi bukan hanya bisa mendoakan dan ikut berdonasi, namun sahabat juga bisa membantu lebih dengan membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak orang yang membantu.
---------------------------------------------------
Alamat Kantor Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Jl. Ahmad Yani No.669, RT 001/ RW 008, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa barat 40121
Legalitas Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Izin KEMENKUMHAM
NOMOR AHU-0000297.AH.01.04.Tahun 2024
Hubungi Kami di :
0821 2945 4553 (Call Center)

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
