Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Tanpa Orang Tua, Sodiq Berjuang Menghidupi Adiknya

Tanpa Orang Tua, Sodiq Berjuang Menghidupi Adiknya

Rp 530.000Terkumpul dari Rp 50.000.000
123 Hari
6Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Maaf ya, Dek… kakak belum bisa kasih semuanya buat kamu.” Kalimat itu pelan diucapkan Sodiq sambil menatap adiknya, Aisyah.


  Di depan gerbang sekolah, dua anak kecil berdiri dengan bakul dagangan di tangan. Saat teman-teman seusianya bermain atau menunggu jemputan, Sodiq dan Aisyah justru menanti waktu istirahat, berharap ada yang membeli dagangan mereka. Bagi keduanya, setiap rupiah yang didapat begitu berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.


  Sodiq dan Aisyah adalah kakak beradik yatim. Ayah mereka telah lama meninggal, sementara ibu mereka pergi tanpa kabar. Sejak saat itu, hanya nenek yang menjadi tempat mereka bergantung. Namun, kondisi nenek kini semakin lemah. Tubuhnya sering sakit dan lebih banyak terbaring di rumah karena sudah tidak sanggup bekerja seperti dahulu.




  Rumah yang mereka tempati pun jauh dari kata layak. Dindingnya terbuat dari papan tua, sementara atapnya kerap bocor ketika hujan turun. Di rumah sederhana itulah, mereka menjalani hari-hari dengan segala keterbatasan yang ada.


  Sepulang sekolah, Sodiq dan Aisyah tidak bisa langsung beristirahat seperti anak-anak lainnya. Mereka harus berkeliling menjajakan dagangan hingga sore hari. Terkadang dagangan mereka laku, tetapi tak jarang mereka pulang dengan hasil yang sangat sedikit, bahkan tanpa membawa uang sama sekali.


  Padahal, Sodiq masih duduk di bangku sekolah dasar. Di usia yang seharusnya dipenuhi waktu bermain dan belajar, ia sudah harus belajar memikul tanggung jawab yang begitu besar. Ia memasak sendiri untuk adik dan neneknya, mencuci pakaian, menyapu rumah, hingga menenangkan Aisyah ketika menangis karena lapar atau kelelahan.


  Sodiq berusaha menjadi kakak yang kuat, meski sebenarnya ia juga masih anak-anak yang membutuhkan kasih sayang dan perlindungan.




  Bahkan, untuk urusan pakaian sekolah saja, mereka masih serba kekurangan. Sodiq dan Aisyah hanya memiliki satu seragam Pramuka yang dipakai dari Senin hingga Sabtu. Baju itu pula yang mereka kenakan setelah pulang sekolah, bahkan terkadang sampai tidur karena tidak memiliki pakaian ganti yang cukup.


  Neneknya hanya berharap ingin memberikan kehidupan yang lebih baik bagi kedua cucunya yang sudah tidak memiliki orangtua dan hanya memiliki satu sama lain, tetapi tubuhnya yang semakin lemah membuatnya tak lagi mampu berbuat banyak.

  “Saya cuma ingin mereka bisa sekolah, bisa makan cukup… saya sudah tidak kuat bekerja,” tuturnya lirih.


  Di tengah keadaan yang serba terbatas, Sodiq dan Aisyah tetap berusaha bersekolah setiap hari. Mereka masih menyimpan harapan sederhana, yaitu bisa terus belajar, makan dengan cukup, dan memiliki masa depan yang lebih baik.


  #TemanBaik, Sodiq dan Aisyah tidak seharusnya memikul semua perjuangan ini sendirian. Mereka masih anak-anak yang berhak mendapatkan kehidupan yang layak, pendidikan yang baik, dan kesempatan untuk tumbuh seperti anak-anak lainnya.

  Yuk, hadirkan harapan untuk Sodiq, Aisyah, dan nenek mereka. Klik DONASI SEKARANG dan bantu ringankan perjuangan mereka.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id