Tak Mau Menyerah pada Gagal Ginjal. Siti Berjualan di Kursi Roda Demi Cuci Darah

"Di usia 25 tahun, saat teman sejawatnya sedang giat meniti karier, Siti harus berdamai dengan selang cuci darah yang kini menjadi penyambung nyawanya."
Siti adalah gambaran nyata tentang kegigihan. Dahulu, ia adalah sosok mandiri yang bekerja sebagai staf koperasi di Bandung. Namun, akhir tahun 2024 menjadi titik balik yang menyakitkan. Berawal dari kesulitan buang air kecil, perut yang membesar, hingga napas yang kian sesak, Siti akhirnya divonis menderita Gagal Ginjal.
Dunia Siti seolah runtuh, namun semangatnya tidak. Kini, dua kali setiap pekan, ia harus menempuh perjalanan dari rumahnya di Kampung Cisukahurip, Ciamis, untuk menjalani cuci darah (hemodialisa). Tubuhnya kian melemah, tapi ia menolak untuk sekadar berpangku tangan.
Berjualan di Atas Kursi Roda
Di tengah kondisi fisik yang tidak lagi memungkinkan untuk bergerak bebas, Siti tetap berikhtiar. Di atas kursi roda, ia menjaga "jongko" sederhana untuk menjajakan jajanan kecil. Meski geraknya sangat terbatas dan rasa lelah sering menyapa, Siti tetap melayani pembeli demi kepingan rupiah. Ia tahu, penghasilan dari jajanan itu tidak sebanding dengan biaya pengobatan yang sangat mahal, namun baginya, ini adalah bentuk perjuangan untuk terus bertahan hidup.
#TemanBaik, Siti tidak menyerah, tapi ia butuh kita untuk menguatkan langkahnya. Keterbatasan ekonomi kini menjadi tantangan besar yang mengancam kelangsungan terapinya. Tanpa bantuan kita, harapan Siti untuk terus berobat bisa saja terhambat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di hari kiamat." (HR. Muslim).
Mari kita ringankan beban di pundak Siti. Uluran tanganmu adalah napas baru dan secercah harapan agar Siti bisa terus menjalani pengobatan dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
