Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Selamatkan Hati Kecil Inara

Selamatkan Hati Kecil Inara

Rp 0Terkumpul dari Rp 100.000.000
5 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Sejak pertama kali membuka mata ke dunia, tubuh kecil Inara sudah harus berjuang melawan penyakit yang bahkan sulit diucapkan oleh orang dewasa: chirrosis hepatis et causa atresia bilier post kasai.

  Sebuah kondisi serius di mana hati Inara mengalami sirosis (kerusakan hati permanen) akibat atresia bilier, yaitu kelainan bawaan yang membuat saluran empedu tidak terbentuk dengan sempurna. Padahal, empedu sangat penting untuk membuang racun dari tubuh.

  Meski Inara sudah menjalani operasi Kasai di usia 6 bulan—sebuah tindakan untuk membuat jalur baru bagi empedu—namun kerusakan hatinya tetap berlanjut. Kini satu-satunya harapan adalah transplantasi hati.

  Artinya… sejak bayi, tubuh kecil Inara hidup dalam kondisi yang terus memburuk, dan harus berjuang setiap hari tanpa henti.

Padahal… usia Inara baru menginjak 2 tahun.

Namun hampir seluruh hidupnya dihabiskan di ruang rumah sakit.

Entah sudah berapa kali jarum suntik menembus kulitnya.

  Entah sudah berapa banyak selang medis yang menempel di tubuh mungilnya—infus, oksigen, alat bantu hidup lainnya.

Bagi anak seusianya, dunia seharusnya tentang bermain dan tertawa.

  Tapi bagi Inara… dunia adalah ruang perawatan dan rasa sakit yang tak kunjung usai.

  Penyakit ini bukan sekadar menyakitkan—ia mematikan jika tidak ditangani dengan tepat.

Tanpa pengobatan rutin dan transplantasi hati:

  • Racun akan terus menumpuk di dalam tubuhnya 
  • Hati akan semakin rusak hingga tidak bisa berfungsi sama sekali 
  • Pernafasan bisa tiba-tiba tersendat 
  • Perdarahan hebat bisa terjadi kapan saja 
  • Bahkan… nyawanya bisa terancam kapan pun 

Dan itu bukan sekadar kemungkinan. Itu sudah pernah hampir merenggut Inara.

“Anak saya… sempat dinyatakan meninggal selama 48 menit setelah operasi…”

lirih Bu Lina, suaranya bergetar menahan tangis.

“...tapi Qodarullah, anak saya kuat… dia kembali lagi ke saya…”

Namun perjuangan itu belum selesai.



Karena keterbatasan biaya, Inara tidak boleh absen kontrol setiap minggu.

Sekali saja terlewat… akibatnya bisa fatal.

  Dan itu pernah terjadi. Pernafasan Inara tiba-tiba tersendat hebat. Tubuhnya melemah.

Ayah dan ibu panik, tak tahu harus berbuat apa selain menangis dan berdoa.

“Habisnya kami bingung…”


Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id