Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Temani Nia Menjaga Ibunya

Temani Nia Menjaga Ibunya

Rp 0Terkumpul dari Rp 100.000.000
5 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan permainan, Nia—anak kecil 9 tahun itu—justru belajar tentang hal yang terlalu berat untuk seusianya: kehilangan, sakit, dan bertahan.

  Dua tahun lalu, Nia kehilangan ayahnya. Sejak saat itu, dunia kecilnya berubah. Kini, satu-satunya yang ia punya hanya ibunya, Ibu Dede. Tapi kenyataan kembali terasa tidak adil… karena ibunya kini terbaring sakit.


  Setiap hari, Nia bangun bukan hanya untuk sekolah. Ia bangun untuk memastikan ibunya masih kuat bertahan. Dengan tangan kecilnya, ia mencoba melakukan hal-hal yang bahkan orang dewasa pun sering mengeluh: menyiapkan kebutuhan ibunya, membantu sebisanya, dan menahan rasa takut kalau suatu hari ia benar-benar sendiri.

  Ibu Dede, yang dulu masih bisa bekerja sebagai buruh kupas singkong dengan penghasilan tak seberapa, kini hanya bisa menahan sakit di punggungnya yang semakin hari semakin parah. Jangankan untuk berobat, untuk makan saja kadang harus dibagi sehemat mungkin.

  Di luar rumah, Nia juga tidak selalu mendapatkan tempat yang hangat. Ia sering jadi bahan ejekan teman-temannya. Dibilang anak miskin, anak yang hidup susah. Tapi setiap pulang, ia selalu berusaha tersenyum di depan ibunya. Karena ia tahu… ibunya sudah cukup sakit, ia tidak ingin menambah beban itu.

Padahal, di dalam hatinya, Nia juga lelah. Nia juga takut.


Tapi ia memilih diam… dan kuat.

  Di usianya yang masih sangat belia, Nia sedang berjuang menjaga satu-satunya keluarga yang ia punya. Ia belum paham betul arti hidup yang berat, tapi ia sudah menjalaninya setiap hari.

  Ibu Dede hanya punya satu harapan sederhana: bisa sembuh… supaya bisa kembali merawat Nia, bukan justru dirawat oleh anak kecilnya sendiri.

  Dan Nia… diam-diam hanya ingin satu hal: ibunya sehat, supaya ia tidak sendirian di dunia ini.

  #TemanBaik, mungkin bagi kita membantu adalah hal kecil. Tapi bagi Nia, itu bisa jadi alasan ibunya bertahan lebih lama… dan alasan Nia untuk tetap punya harapan.

  Yuk, kita temani perjuangan Nia. Jangan biarkan anak sekecil ini merasa sendirian menghadapi dunia 🙏


Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id