Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu Pina Sembuh dari Kanker Mata

Bantu Pina Sembuh dari Kanker Mata

Rp 5.631.000Terkumpul dari Rp 100.000.000
81 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa, bermain, dan mulai mengenal dunia dengan penuh rasa ingin tahu, Pina, anak kecil berusia 4 tahun, justru harus menahan sakit yang begitu berat di matanya.


  Sejak kecil, hidup Pina sudah tidak mudah. Saat usianya baru 1,5 tahun, ia harus kehilangan sosok ibu untuk selama-lamanya. Sejak itu, Pina tumbuh hanya bersama sang ayah yang berjuang seorang diri, menjadi pelindung, pengasuh, sekaligus harapan terbesar bagi anak kecilnya.

  Namun, sekitar 7 bulan terakhir, kebahagiaan kecil Pina mulai berubah menjadi tangis. Awalnya hanya muncul bintik-bintik di bagian matanya. Sang ayah sempat mengira itu sakit biasa. Namun lama-kelamaan, mata Pina mulai tampak berbeda, muncul lapisan putih di matanya, hingga kondisinya semakin mengkhawatirkan.


  Ayah Pina pernah membawa Pina berobat ke rumah sakit. Tapi karena biaya yang tidak mencukupi, pengobatan Pina terpaksa sempat terhenti cukup lama. Bukan karena ayahnya menyerah, bukan karena ia tidak sayang, tetapi karena keadaan benar-benar membuatnya tidak berdaya.

  Hingga akhirnya kondisi Pina semakin memburuk. Setelah diperiksa, dokter mendiagnosa Pina menderita Retinoblastoma, yaitu kanker mata yang umumnya menyerang anak-anak.

  Retinoblastoma adalah kanker langka pada anak yang terbentuk di jaringan retina, yaitu bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya. Penyakit ini bisa menyerang satu atau kedua mata. Salah satu tanda yang sering terlihat adalah munculnya pantulan putih pada bagian pupil mata, terutama saat terkena cahaya atau terlihat pada foto menggunakan flash. Gejala lainnya dapat berupa mata juling, bengkak, berair, nyeri, hingga gangguan penglihatan.


  Kini, Pina sering menangis karena menahan rasa sakit di matanya. Anak sekecil itu belum mampu menjelaskan semua rasa sakitnya. Ia hanya bisa menangis, memeluk ayahnya, dan berharap rasa sakit itu segera hilang.

  Sementara itu, sang ayah terus berjuang sebisanya. Ia bekerja sebagai buruh petik dan menjual buah-buahan. Jika musim buah belum datang, ia menjadi buruh serabutan demi bisa membawa pulang sedikit uang untuk Pina. Penghasilannya sekitar Rp80.000 per hari, itu pun tidak selalu ada. Jumlah itu harus dibagi untuk makan, kebutuhan sehari-hari, dan biaya pengobatan Pina yang tentu jauh lebih besar.


  Barang-barang di rumah pun satu per satu sudah dijual. Saat benar-benar buntu, ayah Pina terpaksa meminjam uang kepada tetangga, meski dengan hati yang berat dan rasa malu yang ia pendam sendiri. Semua ia lakukan bukan untuk dirinya, melainkan demi satu harapan: Pina bisa sembuh.

  Ayah Pina hanya ingin melihat anak kecilnya kembali tersenyum. Ia ingin Pina bisa bermain seperti anak-anak lain, tumbuh dengan sehat, dan suatu hari nanti bisa bersekolah dengan penuh semangat.

Namun perjuangan ini terlalu berat jika harus ditanggung sendiri.

Ajakan Donasi

  #TemanBaik, mari bantu Pina melanjutkan pengobatannya. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan sangat berarti bagi Pina dan ayahnya.

  Donasi dari #TemanBaik dapat membantu biaya pemeriksaan, pengobatan, kontrol rumah sakit, kebutuhan selama proses berobat, serta kebutuhan harian Pina selama masa pemulihan.

Hari ini, Pina tidak hanya membutuhkan pengobatan. Ia juga membutuhkan harapan.

Dan harapan itu bisa hadir melalui kebaikan hati kita semua.

Mari ulurkan tangan untuk Pina.

Bantu Pina melawan sakitnya.

Bantu ayah Pina agar tidak berjuang sendirian.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id