Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Tumor Hentikan Cita-cita Sadam

Tumor Hentikan Cita-cita Sadam

Rp 0Terkumpul dari Rp 100.000.000
81 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Di usianya yang baru 18 tahun, Sadam seharusnya sedang menikmati masa muda, duduk di bangku sekolah, bercanda bersama teman-temannya, dan mengejar cita-citanya menjadi seorang tentara. Namun sejak sekitar bulan Maret 2026, hidup Sadam berubah setelah ia terjatuh di kamar mandi.

  Awalnya keluarga mengira itu hanya sakit biasa akibat jatuh. Sadam pun sempat dibawa berobat secara tradisional ke ahli patah tulang. Setelah itu, ia sempat bisa kembali berjalan selama kurang lebih satu minggu. Harapan kecil sempat tumbuh di hati keluarganya. Mereka mengira Sadam akan segera pulih dan bisa kembali menjalani hari-harinya seperti biasa.


  Namun ternyata rasa sakit itu datang kembali. Kakinya kembali terasa nyeri, semakin hari semakin mengganggu, hingga akhirnya muncul benjolan di bagian kakinya. Orang tua Sadam yang mulai khawatir kemudian membawanya ke rumah sakit terdekat. Dari pemeriksaan dokter, Sadam didiagnosa mengalami Primary bone tumor of left proximal tibia, susp. osteosarcoma, yaitu tumor tulang primer di bagian tulang kering kiri dekat lutut, dengan kecurigaan mengarah pada osteosarcoma.

  Osteosarcoma adalah salah satu jenis kanker tulang yang berasal dari sel pembentuk tulang. Penyakit ini sering menyerang remaja dan dewasa muda, terutama pada tulang panjang seperti kaki atau lengan. Gejalanya dapat berupa nyeri tulang, bengkak atau benjolan, keterbatasan bergerak, hingga kesulitan berjalan. Pada beberapa kasus, keluhan awal sering dikira sebagai cedera biasa setelah jatuh atau terbentur, sehingga pemeriksaan lebih lanjut sangat penting.

  Kini Sadam harus berjuang melawan sakit yang tidak ringan. Rasa nyeri di kakinya bukan hanya membuatnya sulit beraktivitas, tetapi juga membuat sekolahnya terhenti. Sebelumnya, Sadam juga sempat mengalami sakit cacar kulit yang semakin membuat pendidikannya tertinggal. Padahal, di dalam hatinya, Sadam masih menyimpan satu keinginan sederhana: ia ingin kembali sekolah seperti anak-anak lainnya.


  Lebih dari itu, Sadam punya cita-cita besar. Ia ingin menjadi seorang tentara. Ia ingin berdiri tegap, membanggakan orang tuanya, dan menjadi anak yang berguna bagi banyak orang. Namun kini, untuk berdiri saja Sadam harus menahan sakit yang begitu berat.


  Di balik perjuangan Sadam, ada seorang ayah yang tak pernah berhenti berusaha. Ayah Sadam hanyalah seorang tukang kopi. Jika modal dagangannya habis, ia terpaksa bekerja sebagai buruh serabutan di kampung. Penghasilannya tidak menentu, kadang hanya sekitar Rp50.000 per hari. Jumlah itu tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan berobat Sadam, sekaligus mencukupi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

  Demi pengobatan anaknya, ayah Sadam bahkan pernah meminjam uang kepada tetangga meskipun dengan rasa malu yang berat. Beberapa barang di rumah pun pernah dijual, hanya agar Sadam tetap bisa berobat. Bagi seorang ayah, tidak ada yang lebih menyakitkan selain melihat anaknya kesakitan, sementara dirinya hanya bisa berusaha dengan segala keterbatasan.


  Ayah Sadam hanya punya satu harapan: Sadam bisa sembuh, kembali bersekolah, dan tumbuh menjadi anak yang berbakti serta berguna bagi banyak orang.

  #TemanBaik, perjuangan Sadam masih panjang. Ia membutuhkan uluran tangan kita untuk membantu biaya pengobatan, kontrol, pemeriksaan lanjutan, kebutuhan selama berobat, serta kebutuhan harian keluarganya selama mendampingi Sadam.

  Mari bantu Sadam agar ia tidak berjuang sendirian. Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi harapan besar untuk Sadam dan keluarganya. Semoga melalui kebaikan #TemanBaik, Sadam bisa mendapatkan pengobatan yang layak, kembali tersenyum, kembali sekolah, dan suatu hari nanti bisa mengejar

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id