Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Temani Perjuangan Marbot Cilik Yatim Piatu Penjual Gorengan

Temani Perjuangan Marbot Cilik Yatim Piatu Penjual Gorengan

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
102 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Aku dan orang yang menanggung anak yatim kedudukannya di surga seperti ini,” kemudian Rasulullah ﷺ mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya, serta merenggangkan keduanya sedikit. (HR. Bukhari)


  Bocah Yatim Piatu 10 Tahun yang Dipaksa Dewasa oleh Keadaan Di usia yang baru menginjak 10 tahun—usia di mana anak-anak lain masih bebas bermain dan menikmati indahnya bangku sekolah—Angling harus menerima takdir yang teramat berat. Bocah yatim piatu ini sudah tidak lagi memiliki ibu dan ayah kandung. Satu-satunya sosok orang tua yang ia miliki adalah seorang ayah angkat renta yang kini terbaring lemah tak berdaya akibat serangan stroke.


  Demi berbakti dan merawat sang ayah angkat, Angling mengambil keputusan besar yang menyayat hati: ia rela putus sekolah. Di pundak kecilnya yang rapuh, kini bertumpu seluruh kelangsungan hidup keluarga kecil ini.


  Berjalan Keliling Demi 25 Ribu Rupiah di Tengah Sunyinya Gubug Reyot Setiap hari, dari pagi hingga sore menjelang petang, Angling menyusuri jalanan kampung untuk menjajakan gorengan milik orang lain. Panas terik dan lelah tak ia hiraukan demi mendapatkan keuntungan bersih yang tak seberapa. Jika semua gorengan habis terjual, Angling hanya membawa pulang uang sekitar Rp25 ribu. Uang sekecil itulah yang ia putar dengan hemat untuk membeli beras dan kebutuhan makan mereka berdua.

  Saat pulang ke rumah, tak ada waktu bagi Angling untuk beristirahat. Ia harus langsung mengurus ayah angkatnya seorang diri—menyuapi makan, membersihkan tubuhnya, hingga menuntun sang ayah ke mushola dekat rumah. Hebatnya, di tengah kepungan ujian hidup yang begitu menghimpit, Angling masih sempat meluangkan waktu untuk ikut membersihkan mushola kecil di sekitar tempat tinggalnya.


  Mereka kini tinggal menumpang di sebuah gubug sederhana milik orang lain. Rumah itu jauh dari kata layak. Tak ada kenyamanan, tak ada televisi, bahkan satu-satunya hiburan yang menemani sepi harinya hanyalah sebuah radio tua yang sudah rusak. Tak ada masa kecil yang utuh untuk Angling. Hari-harinya murni dihabiskan untuk berjuang melawan kemiskinan dan merawat orang tua.


Rasulullah ﷺ bersabda:

  “Barangsiapa yang memelihara anak yatim di antara umat Islam hingga mereka dewasa, maka Allah pasti memasukkannya ke dalam surga, kecuali jika ia melakukan dosa yang tidak diampuni.” (HR. Tirmidzi)


  #TemanBaik, Mari Jaga Yatim dan Kembalikan Masa Kecil Angling Melalui program Jaga Yatim, mari kita bersamai perjuangan mulia anak saleh ini. Kita tidak boleh membiarkan pundak kecil Angling runtuh sendirian.



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id