Titip Doa Lewat Lisan Anak Yatim

“Barangsiapa yang memuliakan anak yatim dan merawat orang yang sakit, maka ia bersamaku di surga seperti dua jari ini.” (Kiasan HR. Bukhari)
Dewasa Sebelum Waktunya di Pelosok Bandung Di balik dinginnya udara pelosok Tegalega, Kabupaten Bandung, ada pemandangan yang menggetarkan hati. Kinanti, seorang gadis kecil yang baru berusia 14 tahun, harus mengubur masa remajanya dalam-dalam. Di saat anak-anak seusianya asyik bermain dan fokus belajar, Kinanti justru pulang sekolah untuk memikul tanggung jawab besar: merawat Zikqri (6th), sepupunya yang mengalami disabilitas berat.
Ketulusan Merawat Yatim Piatu Terlantar Diqri adalah seorang anak yatim yang juga ditinggalkan oleh ibunya pergi begitu saja. Tubuh kecilnya lumpuh, tidak bisa berbicara, dan tidak mampu bangun sendiri. Sejak usia 2 tahun—artinya sudah 4 tahun lamanya—Kinanti yang masih sangat muda dengan telaten memandikan, menyuapi, dan membersihkan tubuh Diqri tanpa pernah mengeluh atau merasa malu. Kinanti telah menjelma menjadi sosok "ibu" sekaligus pelindung bagi sepupu kecilnya itu.
Gendong Sepupu Lumpuh Demi Jual Kue Balok Perjuangan hebat Kinanti tidak berhenti di dalam rumah. Demi bisa menyambung hidup dan membelikan popok untuk Diqri, Kinanti rela membawa Diqri ikut berjualan kue balok di kawasan Desa Gambung. Dari keuntungan jualan yang tak seberapa, Kinanti selalu mendahulukan kebutuhan perut dan popok Diqri di atas keinginan dirinya sendiri. Senyum tulus tak pernah lepas dari wajahnya, meski fisiknya teramat lelah.
Rasulullah ﷺ mengingatkan kita:
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang dan cinta kasih bagaikan satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakannya.” (HR. Muslim)
#TemanBaik, Mari Kumpulkan Pahala Terbaik Anda Hari Ini Kinanti telah mengajarkan kita arti cinta yang tak bersyarat. Kini, saatnya kita mengulurkan tangan agar pundak kecilnya tidak patah memikul beban hidup yang begitu berat.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
