Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Tolong Tumor Tulang Mengancam Nyawa Dede 9 Th

Tolong Tumor Tulang Mengancam Nyawa Dede 9 Th

Rp 0Terkumpul dari Rp 100.000.000
91 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Seorang anak berusia 9 tahun seharusnya menghabiskan hari-harinya dengan bermain, belajar, dan bercanda bersama teman-temannya.

Namun hari-hari Dede Rianto kini justru dipenuhi rasa sakit.

  Semuanya bermula ketika Dede terjatuh di kamar mandi sekolah dan kakinya terbentur lantai.

  Saat itu, Dede hanya mengalami memar. Karena mengira luka tersebut tidak berbahaya, keluarganya tidak langsung membawanya untuk diperiksa.

Empat bulan berlalu.

  Bukannya membaik, muncul pembengkakan di bagian lutut Dede yang semakin hari semakin membesar.

  Keluarga sempat membawa Dede ke tukang urut dengan harapan bengkaknya bisa berkurang. Namun kondisi Dede justru semakin memburuk.

  Karena keterbatasan biaya, Dede akhirnya hanya dirawat di rumah dengan perawatan seadanya.

Hari demi hari berlalu dalam kondisi yang semakin berat.

Setiap malam, erangan kesakitan Dede terdengar menggema di rumah.

  Di tengah rasa sakit yang tak tertahankan, Dede hanya bisa mengungkapkan satu keinginannya kepada sang ibu :

  “Gak kuat, Mah... Dede pengen sembuh. Dede pengen sehat. Dede pengen bisa sekolah lagi.”

  Kalimat sederhana dari seorang anak yang hanya ingin kembali menjalani masa kecilnya.

  Melihat anaknya terus menahan sakit, Bu Nengsih akhirnya memaksakan diri menjual sepeda satu-satunya milik Dede demi mendapatkan biaya untuk membawa anaknya berobat.

Setelah diperiksa, dokter menyampaikan bahwa Dede menderita tumor tulang ganas.

  Kini kondisinya semakin mengkhawatirkan karena penyakit yang dideritanya sudah berada dalam kondisi kronis.

Pembengkakan di lututnya semakin besar.

Rasa sakit terus datang.

  Dan Dede yang dahulu bisa berlari serta bermain, kini harus lebih banyak berbaring dan menahan rasa sakit.

  Di usia 9 tahun, Dede bahkan harus menghadapi kemungkinan kehilangan masa kecilnya.

  Sekolah yang seharusnya menjadi tempatnya belajar dan bermain kini harus ia tinggalkan sementara.

Sementara itu, keluarganya berada dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas.

Sang ibu, Bu Nengsih, hanya bekerja sebagai penjual nasi uduk keliling.

Penghasilannya sekitar Rp30.000 sehari, itu pun jika seluruh dagangannya laku.

  Nasi uduk tersebut bukan milik Bu Nengsih. Ia hanya membantu menjualkannya dan mendapatkan sedikit keuntungan dari setiap dagangan yang terjual.

  Penghasilan tersebut bahkan sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

  Kini, di saat Dede membutuhkan penanganan dan perawatan lebih lanjut, keluarga hampir tidak memiliki pegangan lagi.

Sepeda satu-satunya telah dijual.

Sementara kebutuhan Dede terus berjalan.

#TemanBaik, Tolong Bantu Dede Melanjutkan Perjuangannya

Dede masih sangat kecil.

Ia hanya ingin sembuh.

Ia ingin kembali sehat.

Ia ingin kembali ke sekolah.

  Namun saat ini, kondisi Dede semakin mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan medis lanjutan.

  Bantuan dari #TemanBaik akan digunakan untuk membantu kebutuhan penunjang pengobatan, transportasi dan akomodasi menuju rumah sakit, kebutuhan perawatan, makan selama menjalani pengobatan, serta kebutuhan hidup Dede dan keluarganya.

  Jangan biarkan Dede harus menahan sakit hanya karena keluarganya tidak memiliki cukup biaya untuk melanjutkan perjuangannya.

Mari bantu Dede mendapatkan kesempatan untuk terus berjuang.

  Semoga suatu hari nanti, suara erangan kesakitan itu berganti menjadi suara Dede yang kembali tertawa, berlari, dan belajar bersama teman-temannya.

Klik “DONASI SEKARANG” dan berikan bantuan terbaikmu.

Sekecil apa pun bantuanmu, sangat berarti bagi Dede dan keluarganya.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id