Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Tolong Nazwa Kritis Berjuang Melawan Lupus

Tolong Nazwa Kritis Berjuang Melawan Lupus

Rp 2.665.000Terkumpul dari Rp 100.000.000
24 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

Derita Nazwa (10 Tahun), Lupus Menyerang Tubuh Kecilnya

Namanya Nazwa, usianya baru 10 tahun.

  Di usia ketika anak-anak lain masih bebas bermain, tertawa, dan pergi ke sekolah dengan riang, Nazwa justru harus berjuang menahan rasa sakit yang tidak seharusnya ia rasakan.

Kulitnya sering mengelupas.

Perih, gatal, bahkan terkadang mengeluarkan nanah.

  Rasa tidak nyaman itu datang hampir setiap hari, membuat tubuh kecilnya semakin lemah.

  Setelah diperiksa dokter, Nazwa didiagnosis menderita SLE dengan Hipoalbuminemia, Anemia, dan Nefritis. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuhnya sendiri sehingga tubuh kecil Nazwa menjadi sangat rentan dan sering melemah.

Nyeri datang tiba-tiba.

Tubuhnya mudah lelah.

Kondisinya bisa memburuk kapan saja.

  Padahal dulu Nazwa adalah anak yang sangat ceria. Ia senang pergi ke sekolah dan bercita-cita tinggi seperti teman-temannya.

Namun kini, sekolahnya terpaksa terhenti.

Tubuhnya tidak lagi kuat untuk menjalani aktivitas seperti anak-anak lain.

  Setiap hari Nazwa hanya bisa berbaring menahan rasa sakit yang datang silih berganti.

  Di balik penderitaan Nazwa, ada perjuangan seorang ayah yang tidak pernah menyerah.

  Ayahnya, Pak Endang, adalah seorang pedagang es cincau keliling. Gerobak yang ia dorong bahkan bukan miliknya sendiri, melainkan milik orang lain.

  Setiap hari Pak Endang berjalan dari kampung ke kampung menjajakan es cincau di bawah terik matahari, berharap ada orang yang membeli.

Namun kenyataannya tidak selalu mudah.

  Penghasilan Pak Endang hanya sekitar Rp45.000 hingga Rp50.000 sehari. Bahkan tidak jarang ia harus pulang dengan tangan kosong karena dagangannya tidak laku.

Sementara di rumah, ada anak kecil yang membutuhkan pengobatan.

Demi menyelamatkan Nazwa, keluarga ini sudah melakukan segala cara.

Cincin emas satu-satunya milik ibunya telah dijual.

Barang-barang berharga di rumah pun habis terjual untuk biaya pengobatan.

  Tak cukup sampai di situ, Pak Endang juga terpaksa meminjam uang kepada tetangga dan sanak saudara agar Nazwa tetap bisa berobat.

Namun hingga hari ini, utang tersebut belum mampu ia lunasi.

  Pengobatan Nazwa memang menggunakan BPJS. Namun kenyataannya masih banyak kebutuhan lain yang tidak ditanggung, seperti biaya transportasi kontrol, obat-obatan tertentu, nutrisi tambahan, serta kebutuhan perawatan pendukung lainnya.

  Sementara kondisi Nazwa masih membutuhkan pengobatan rutin agar penyakitnya tidak semakin parah.

Jika pengobatan terhenti, kondisi tubuhnya bisa semakin melemah.

Di tengah semua keterbatasan ini, Pak Endang hanya bisa berdoa.

Ia berharap ada orang-orang baik yang bersedia membantu putrinya.

Teman-teman, Nazwa masih terlalu kecil untuk menanggung semua ini sendirian.

Ia masih punya mimpi.

Ia masih ingin kembali sekolah.

Ia masih ingin hidup sehat seperti anak-anak lainnya.

#TemanBaik Mari bersama-sama membantu Nazwa melanjutkan pengobatannya.

  Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi perjuangan Nazwa.

  Klik tombol DONASI SEKARANG, karena kebaikan kecil dari kita bisa menjadi harapan besar bagi Nazwa untuk terus bertahan.



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id