Tumor Ganas Pecah Pak Dadang Butuh Pertolongan Segera

“Saya cuma ingin anak tetap sekolah. Jangan sampai masa depannya ikut berhenti karena keadaan Bapak...”
Sudah lebih dari satu tahun Pak Dadang berjuang melawan kondisi yang terus memburuk.
Awalnya hanya muncul benjolan kecil di bagian kaki. Pak Dadang sempat memeriksakan diri ke puskesmas dan menurut keterangan yang diterima keluarga saat itu, terdapat penyumbatan pada bagian kakinya.
Namun waktu berlalu, kondisinya justru semakin parah.
Kaki Pak Dadang kini membengkak sangat besar. Bagian yang membesar tersebut bahkan sudah pecah dan sering mengeluarkan darah.
Di tengah rasa sakit yang harus ditahannya, selalu ada Bu Erni, sang istri, yang setia berada di sampingnya.
Bu Erni membersihkan dan merawat suaminya, membantu segala kebutuhannya, serta terus memberikan semangat ketika Pak Dadang mulai merasa lelah menghadapi keadaannya.
Dulu, Pak Dadang adalah seorang pekerja keras.
Ia pernah berjualan Al-Qur'an dan bekerja serabutan untuk menghidupi keluarganya. Menjadi kuli, mencangkul, bekerja di bangunan—apa pun ia lakukan selama halal dan bisa membawa pulang uang untuk istri dan anak-anaknya.
Namun sekarang, kondisi kakinya membuat Pak Dadang tak lagi mampu bekerja.
Sejak Pak Dadang tidak lagi bisa mencari nafkah, seluruh beban keluarga perlahan berpindah ke pundak Bu Erni.
Ia terpaksa bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah tetangganya. Upah yang didapat digunakan untuk membeli makanan, memenuhi kebutuhan anak-anak, sekaligus menebus obat untuk suaminya.
Ketika penghasilan itu belum mencukupi, Bu Erni kembali memutar otak.
Ia mencoba berjualan kopi di pinggir jalan demi mendapatkan tambahan beberapa rupiah untuk dibawa pulang.
Pagi hingga sore ia berusaha mencari nafkah.
Setelahnya, ia kembali menjadi seorang istri yang merawat dan menguatkan suaminya.
Bu Erni tak punya pilihan untuk berhenti.
Sebab Pak Dadang membutuhkan pengobatan, anak-anak mereka membutuhkan makan, dan biaya sekolah terus berjalan.
Di tengah perjuangan Pak Dadang, ada satu hal lain yang membuat keluarga ini semakin terpukul.
Anak mereka yang masih duduk di kelas 2 SMA kini terancam dikeluarkan dari sekolah karena keluarga sudah kehabisan biaya.
Sang anak bahkan sempat ingin berhenti sekolah dan bekerja agar bisa membantu ibunya mencari nafkah.
Namun Pak Dadang menahannya.
Sebagai seorang ayah, ia tidak ingin keadaan dirinya menghancurkan masa depan anaknya.
“Bapak yang pikirkan biaya. Kamu tetap sekolah...”
Pak Dadang mungkin sudah tak mampu lagi berdiri mencari nafkah seperti dahulu, tetapi ia masih ingin melihat anaknya mengenakan seragam, menyelesaikan pendidikan, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Kini keluarga ini berada dalam keadaan yang serba sulit.
Pak Dadang harus terus menjalani pengobatan. Bu Erni seorang diri mencari nafkah sekaligus merawat suaminya. Sementara pendidikan anak mereka terancam berhenti karena biaya.
#TemanBaik, Keluarga Ini Membutuhkan Pertolongan Kita
Pak Dadang sudah lebih dari setahun bertahan.
Kondisi kakinya yang kini semakin membesar, pecah, dan sering mengeluarkan darah membuat keluarga berharap Pak Dadang bisa segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan yang dibutuhkan.
Meski sebagian pengobatan dapat terbantu melalui BPJS, keluarga masih kesulitan memenuhi kebutuhan di luar tanggungan, mulai dari transportasi menuju rumah sakit, makan dan kebutuhan selama pengobatan, kebutuhan yang tidak ditanggung, hingga kebutuhan sehari-hari keluarga selama Pak Dadang belum mampu bekerja.
Bantuan #TemanBaik nantinya diharapkan dapat membantu kebutuhan Pak Dadang selama menjalani pengobatan, transportasi dan kebutuhan penunjang, kebutuhan sehari-hari keluarga, serta membantu keberlangsungan pendidikan anaknya.
Pak Dadang tidak meminta hidup mewah.
Ia hanya ingin mendapatkan kesempatan untuk berjuang sembuh dan melihat anaknya tetap sekolah.
Di sampingnya, Bu Erni juga masih bertahan. Menjadi istri yang merawat suaminya sekaligus ibu yang berjuang agar anak-anaknya tetap bisa makan dan bersekolah.
Mari temani perjuangan keluarga kecil ini.
Jangan sampai keterbatasan biaya membuat pengobatan Pak Dadang terhenti dan pendidikan anaknya ikut menjadi korban.
Yuk, sisihkan sebagian rezeki untuk Pak Dadang dan keluarganya. Sekecil apa pun bantuan kita, sangat berarti untuk menguatkan perjuangan mereka melewati masa sulit ini.
Selain berdonasi, #TemanBaik juga bisa membantu dengan membagikan kisah Pak Dadang agar semakin banyak orang mengetahui perjuangan keluarga ini.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
