Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign TOLONG 5 Pejuang Kesembuhan Ini Butuh Bantuan Segera

TOLONG 5 Pejuang Kesembuhan Ini Butuh Bantuan Segera

Rp 5.080.000Terkumpul dari Rp 100.000.000
58 Hari
111Donasi
0Kabar Terbaru
13Doa
Info Campaign

Tidak semua orang memiliki perjalanan hidup yang mudah.

  Di saat sebagian dari kita bisa menjalani hari dengan tenang, di luar sana ada mereka yang setiap hari harus berjuang menghadapi kondisi kesehatan yang berat, kehilangan kemampuan untuk bekerja, bahkan harus mengorbankan harta yang mereka miliki demi satu harapan : bisa mendapatkan kesempatan untuk sembuh.

  Hari ini, kami ingin mengajak #TemanBaik melihat perjuangan lima penerima manfaat yang sedang menghadapi ujian berat bersama keluarganya.

Mereka adalah Pak Iwan, Pak Alit, Ayi Damayanti, Pak Yana, dan Pak Tata.

Lima orang dengan cerita berbeda.

Namun memiliki satu kesamaan :

Mereka sama-sama membutuhkan uluran tangan kita.

Pak Iwan

Perjuangan Pak Iwan bermula dari sebuah bintik merah di bagian mata.

  Setelah diperiksa, ditemukan adanya tumor di belakang bola matanya. Pak Iwan sempat menjalani operasi dan mendapatkan harapan baru. Bahkan selama sekitar 7 tahun, kondisinya sempat membaik.

Namun penyakit itu kembali.

Pak Iwan harus menjalani operasi untuk kedua kalinya.

  Sayangnya, setelah operasi kedua, kondisinya justru semakin berat. Selama sekitar 5 tahun terakhir, Pak Iwan terus menghadapi kondisi yang semakin memprihatinkan.

  Wajahnya mengalami kerusakan berat dan kedua matanya kini sudah tidak dapat melihat.

Rasa sakit pun masih ia rasakan setiap hari.

Kini hampir tidak ada lagi yang bisa mereka korbankan.

Namun perjuangan Pak Iwan masih panjang.

Pak Alit

Seumur hidup, Pak Alit dikenal sebagai sosok pekerja keras.

  Ia pernah berjualan cincau, menjual sayuran, hingga menjadi kuli bangunan demi menghidupi keluarganya.

  Bahkan ketika pernah mengalami kecelakaan kerja hingga kakinya patah, Pak Alit tetap bangkit dan kembali bekerja setelah kondisinya membaik.

Namun lebih dari satu tahun terakhir, hidupnya berubah.

  Tumor yang menyerang bagian hidung dan wajahnya terus memburuk hingga membuat wajahnya mengalami kerusakan berat dan rasa sakit yang luar biasa.

Kini Pak Alit sudah tidak mampu lagi bekerja seperti dulu.

  Pak Alit yang dulu selalu berusaha menjadi tulang punggung keluarga, kini justru membutuhkan pertolongan agar bisa terus mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.

Ayi Damayanti

Di usia yang baru 20 tahun, Ayi seharusnya sedang menikmati masa mudanya.

  Namun sejak dulu, Ayi justru memilih bekerja sebagai asisten rumah tangga di kota demi membantu keluarganya.

  Ayahnya sudah sekitar 17 tahun hanya bisa terbaring di tempat tidur, sementara ibunya, Bu Utin, harus merawat sang ayah dan tidak bisa pergi jauh.

Karena itu, Ayi menjadi tulang punggung keluarganya.

  Kakinya terbentur setelah tersandung. Awalnya hanya terlihat seperti memar dan bengkak biasa.

Tetapi kondisi tersebut semakin memburuk.

  Kaki dan jari-jarinya mulai menghitam dan membusuk hingga kondisi tersebut juga mengenai kaki sebelahnya.

  Rasa sakit yang dirasakan Ayi begitu berat hingga ia sering menangis dan meraung.

Kini Ayi bahkan tidak lagi mampu berdiri dan bekerja.

  Yang paling mengkhawatirkan, kakinya terancam diamputasi jika kerusakan jaringan semakin meluas.

Di rumah, Bu Utin kini harus merawat suami dan anaknya sekaligus.

Pak Yana

  Selama bertahun-tahun, Pak Yana adalah sosok yang bertanggung jawab terhadap keluarganya.

  Ia bekerja keras agar istri dan anak-anaknya bisa makan dan menjalani kehidupan dengan layak.

Namun sekitar 3 tahun terakhir, semuanya berubah.

  Sebuah benjolan yang awalnya terlihat seperti jerawat di sekitar pipi semakin membesar.

  Setelah diperiksa, Pak Yana didiagnosis kanker ganas pada kelenjar parotis sebelah kiri.

  Kini kondisi wajahnya mengalami pembengkakan dan kerusakan berat. Rasa sakit yang dirasakannya juga semakin sulit ditahan.

Pak Yana sudah tidak mampu bekerja seperti dulu.

Pak Tata

Ia tidak memiliki anak.

  Dan ketika dirinya mulai menghadapi kondisi berat, istrinya justru pergi meninggalkannya.

Kini Pak Tata harus menghadapi semuanya seorang diri.

  Sudah sekitar 2 tahun ia berjuang dengan kondisi yang membuat bagian dadanya mengalami luka terbuka yang berat.

Ketika kondisinya kambuh, ia merasakan sesak dan tidak sanggup beraktivitas.

Namun Pak Tata tidak punya banyak pilihan.

Mereka Berbeda Cerita, Tetapi Sama-Sama Membutuhkan Kita

Pak Iwan telah kehilangan penglihatannya.

Pak Alit kehilangan kemampuan untuk bekerja seperti dulu.

Ayi terancam kehilangan kakinya.

Pak Yana kehilangan kemampuannya sebagai tulang punggung keluarga.

Dan Pak Tata harus berjuang tanpa istri maupun anak di sisinya.

Mereka sudah berusaha dengan apa yang mereka punya.

Harta telah dijual.

Kendaraan telah dilepas.

Tenaga telah dikerahkan.

Namun perjuangan mereka belum selesai.

  Pengobatan para penerima manfaat menggunakan BPJS. Tetapi BPJS tidak berarti seluruh kebutuhan selama proses pengobatan menjadi tanpa biaya.

  Mereka tetap membutuhkan transportasi dari rumah menuju rumah sakit yang sering kali jauh, akomodasi ketika harus berada di kota tempat rumah sakit rujukan, bekal makan pasien dan pendamping, kebutuhan perawatan, serta kebutuhan hidup sehari-hari selama tidak mampu bekerja.

  Bagi keluarga yang penghasilannya terbatas, kebutuhan tersebut menjadi beban yang sangat berat.

#TemanBaik, Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendirian

  Lima orang ini mungkin hanya sebagian kecil dari banyak penerima manfaat yang membutuhkan bantuan.

Namun hari ini, kita bisa menjadi bagian dari perjuangan mereka.

  Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan penunjang pengobatan, transportasi dan akomodasi, bekal pasien dan pendamping, kebutuhan perawatan, kebutuhan pangan, serta kebutuhan hidup penerima manfaat dan keluarganya selama menjalani masa pengobatan.

Mungkin bagi kita, Rp10.000 atau Rp20.000 terasa kecil.

  Namun bagi mereka yang sedang kehilangan penghasilan dan telah menghabiskan hampir seluruh yang dimiliki, bantuan sekecil itu bisa menjadi sangat berarti.

Jangan biarkan keterbatasan biaya membuat perjuangan mereka berhenti.

  Lima perjuangan. Lima harapan. Dan satu kesempatan bagi kita untuk menjadi bagian dari kebaikan.

Klik “DONASI SEKARANG” dan berikan bantuan terbaikmu.

  Semoga setiap rupiah yang kita titipkan menjadi jalan kemudahan bagi mereka dan menjadi amal kebaikan yang terus mengalir bagi kita.

  Karena mereka mungkin sedang berjuang untuk sembuh, tetapi hari ini kita bisa membantu mereka agar tidak berjuang sendirian.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id