Tebar Kebaikan Fidyah dengan Sedekah Teman Nasi

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184)
Penghujung Tahun 1447 H: Selesaikan Kewajiban, Alirkan Pangan untuk yang Membutuhkan Waktu terus bergulir, dan kini kita telah berada di penghujung tahun 1447 Hijriah. Bagi #TemanBaik yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan karena uzur syar'i yang tidak memungkinkan untuk mengqadha (seperti sakit menahun, tua renta, ibu menyusui, atau hamil), inilah saatnya untuk menyempurnakan kewajiban tersebut sebelum tahun berganti.
Fidyah yang Anda tunaikan bukan sekadar pengganti ibadah, melainkan sebuah jembatan kasih sayang yang diperintahkan Allah untuk menyambung hidup mereka yang kelaparan. Salah satunya adalah keluarga Abah Bidin (65 tahun).
Fisik Digerogoti Stroke, Abah Bidin Berkeliling Demi Nasi dan Garam Dengan kondisi tubuh yang setengah lumpuh akibat stroke, Abah Bidin menolak untuk berpangku tangan atau meminta-minta. Di usia tuanya, ia tetap memaksakan kakinya yang kaku untuk melangkah dari pagi hingga sore hari, memikul beban dagangan sebagai penjual gorengan keliling. Penyakit stroke yang dideritanya ia abaikan demi satu tujuan: memastikan keluarganya tidak kelaparan.
Namun, hasil dari peluh keringatnya teramat memilukan. Dalam sehari, Abah Bidin sering kali hanya mampu membawa pulang keuntungan bersih sebesar 15 ribu rupiah saja. Dengan pendapatan yang sangat minim tersebut, Abah tidak punya pilihan lain untuk menu makan keluarganya.
“Mau enggak mau Abah harus tetap jualan biar anak Abah bisa terus sekolah dan keluarga bisa makan. Walaupun hasil dari jualan cuma bisa beli beras dan garam saja, Abah tetep bersyukur masih bisa makan,”
ucap Abah Bidin dengan suara bergetar.
Beras dan garam. Itulah hidangan mewah harian yang menguatkan tubuh tua pengidap stroke ini untuk terus bekerja ekstra.
Kerja Ekstra Bersih Kebun Dibayar Singkong Demi Biaya Sekolah Anak Harapan terbesar Abah Bidin adalah melihat anaknya bisa tumbuh dengan pendidikan yang layak dan tidak putus sekolah. Oleh karena itu, sepulang berjualan gorengan, Abah tidak langsung beristirahat. Ia melanjutkan tenaganya yang tersisa untuk membantu membersihkan kebun milik tetangganya.
Pekerjaan kasar itu pun tidak mematok tarif. Abah hanya dibayar seikhlasnya oleh tetangga. Tak jarang, ia tidak menerima uang, melainkan hanya diberi beberapa buah singkong. Namun bagi Abah, singkong tersebut adalah rezeki besar yang bisa dijadikan tambahan pengganjal perut anak dan istrinya di rumah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa yang meringankan beban orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)
Tunaikan Fidyah Anda Sekarang, Ubah Nasi Garam Menjadi Santunan Bergizi #TemanBaik, kondisi stroke dan tubuh yang sudah renta bukanlah penghalang bagi Abah Bidin untuk menjaga kehormatan keluarganya. Di penghujung tahun 1447 H ini, mari kita bersihkan diri dan sempurnakan kewajiban agama kita dengan menyalurkan fidyah terbaik.
Setiap paket makanan pokok atau santunan yang lahir dari fidyah Anda akan menjadi kekuatan baru bagi Abah Bidin, sekaligus menjadi modal agar beliau bisa memiliki usaha yang lebih layak di rumah tanpa harus memaksakan fisiknya yang sakit di jalanan.
#TemanBaik bisa tunaikan fidyah dengan berbagi teman nasi mulai dari Rp. 35.000 untuk nantinya kita bagikan melalui kebahagiaan sepiring makanan bergizi

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
