Bantu Juang Lansia Difabel Tambal Ban Sepi Pelanggan

“Kadang seharian nggak ada yang datang tambal ban. Kalau perut lapar ya minum air dulu, besok cari rezeki lagi...” kata Mbah Djemangin
Mbah Djemangin (70) masih duduk setia di lapak tambal ban kecil miliknya. Hanya ini pekerjaan yang sanggup dia kerjakan, hidup tidak memberinya banyak pilihan.
Mbah adalah seorang penyandang disabilitas yang telah lama hidup seorang diri. Istri dan anak yang dulu menjadi keluarganya memilih pergi karena menganggap Mbah tak mampu memberikan kehidupan yang cukup untuk mereka.
“Saya gak bisa nafkahin katanya,” tutur Mbah pilu.
Sejak saat itu, hari-harinya dilalui tanpa teman berbagi cerita. Saat sakit, ia menanggung sendiri. Saat sedih, ia juga harus menguatkan dirinya sendiri.
Setiap pagi, Mbah datang ke lapak sederhana di pinggir jalan dengan peralatan tambal ban yang sudah tua dan seadanya. Di sampingnya, beberapa botol bensin eceran berjajar rapi, menjadi harapan agar ada sedikit tambahan uang yang bisa dibawa pulang.
Namun mencari rezeki kini semakin sulit. Ada hari-hari ketika tak satu pun pelanggan datang, membuat Mbah pulang tanpa membawa penghasilan apa pun.
Jika itu terjadi, Mbah terpaksa menahan lapar. Bukan karena sedang berpuasa, tetapi karena memang tak ada uang yang bisa digunakan untuk membeli makanan.
Pernah juga seseorang datang meminta bantuan menambal ban. Mbah mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, namun setelah selesai, orang itu pergi begitu saja tanpa membayar.
“Iya, pergi gitu aja, gak bayar, padahal hari itu juga lagi sepi,” ujar sang lansia.
Tak ada yang bisa Mbah lakukan selain menghela napas panjang. Upah yang seharusnya bisa menjadi makan hari itu hilang begitu saja.
Meski hidup berkali-kali memperlakukannya dengan keras, Mbah tidak pernah memilih meminta-minta di jalan. Dengan tubuh yang memiliki keterbatasan sekalipun, beliau tetap berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal dan penuh harga diri.
Kini, yang tersisa bagi Mbah Djemangin hanyalah lapak kecil itu dan harapan bahwa esok masih ada pelanggan yang datang. Uluran tangan kita dapat membantu memastikan beliau tetap bisa makan, bertahan hidup, dan menjalani masa tua dengan sedikit ketenangan yang selama ini begitu sulit ia rasakan.
Ayo salurkan kebaikanmu dengan cara Klik "DONASI SEKARANG"

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
