Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Tolong Anak Penjual Tisu Matanya Menonjol dan Tak Bisa Melihat

Tolong Anak Penjual Tisu Matanya Menonjol dan Tak Bisa Melihat

Rp 0Terkumpul dari Rp 100.000.000
92 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Di usia yang baru menginjak 2 tahun, Rianti seharusnya sedang menikmati masa kecilnya dengan bermain, belajar berjalan, dan mengenal dunia di sekelilingnya.

  Namun, di balik wajah polosnya, Rianti harus menahan rasa sakit yang begitu berat.

  Sejak lahir, terdapat titik kecil di atas pangkal hidungnya. Saat itu, kedua orang tuanya mengira titik tersebut hanyalah tanda biasa dan tidak berbahaya.

  Namun, seiring Rianti tumbuh, titik kecil itu perlahan berubah menjadi benjolan.

  Benjolan tersebut terus membesar hingga memenuhi area pangkal hidung dan mendorong mata kirinya keluar. Kini, mata kiri Rianti menonjol, memerah, dan sering mengeluarkan cairan.

  Kondisi itu membuat penglihatan mata kirinya sudah tidak berfungsi. Rianti kini hanya bisa melihat dengan mata kanannya.

  Ketika rasa sakitnya kambuh, Rianti menangis histeris. Tubuh kecilnya meronta menahan nyeri, sementara ayah dan ibunya hanya bisa memeluk, mengusap, dan mencoba menenangkannya.

  Saat Rianti berusia 1 tahun, kedua orang tuanya sempat membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan.

Namun, karena keterbatasan biaya, pengobatan Rianti terpaksa tidak dilanjutkan.

Bukan karena orang tuanya menyerah.

Bukan pula karena mereka tidak ingin melihat Rianti sembuh.

  Mereka hanya tidak memiliki cukup biaya untuk transportasi, makan selama pengobatan, kebutuhan harian, dan berbagai keperluan lain yang harus dipenuhi selama mendampingi Rianti di rumah sakit.

Waktu terus berjalan, sementara benjolan di wajah Rianti semakin membesar.

  Kini, saat usianya menginjak 2 tahun, kondisi Rianti semakin parah. Mata kirinya semakin menonjol, memerah, mengeluarkan cairan, dan sudah tidak dapat digunakan untuk melihat.

  Melihat kondisi putrinya terus memburuk, Pak Irawan tidak punya pilihan selain kembali membawa Rianti berobat.

  Demi mendapatkan biaya, Pak Irawan telah menjual sepeda motor yang selama ini menjadi satu-satunya kendaraan keluarga.

  Tak hanya itu, ia juga terpaksa meminjam uang kepada tetangga dan saudara agar Rianti dapat kembali dibawa ke rumah sakit.

Semua cara telah ia lakukan.

  Bagi Pak Irawan, tidak ada harta yang lebih berharga daripada kesempatan melihat putrinya mendapatkan pertolongan.

  Namun, uang dari hasil menjual motor dan meminjam tersebut hanya cukup untuk membawa Rianti kembali memulai pengobatan.

  Sementara itu, perjalanan pengobatan Rianti diperkirakan akan berlangsung lama dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

  Ayah Rianti hanya bekerja sebagai kuli serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Saat tidak mendapatkan pekerjaan, Pak Irawan berjualan tisu keliling demi membawa pulang uang untuk kebutuhan Rianti dan keluarganya.

  Pengobatan Rianti memang menggunakan BPJS. Namun, BPJS tidak menanggung seluruh kebutuhan selama proses pengobatan.

  Biaya transportasi menuju rumah sakit, makan selama berobat, kebutuhan harian, obat tambahan, serta biaya pendampingan masih harus ditanggung sendiri oleh keluarga.

  Di tengah penghasilan yang sangat terbatas, Pak Irawan kini harus memikirkan cicilan utang, kebutuhan makan keluarga, sekaligus biaya pengobatan Rianti yang masih panjang.

  Padahal, kondisi benjolan di sekitar mata dan pangkal hidung Rianti tidak bisa dianggap biasa.

  Benjolan yang terus membesar membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis berkelanjutan agar kerusakan jaringan tidak semakin meluas dan membahayakan kondisi Rianti.

Rianti masih terlalu kecil untuk memahami penyakit yang sedang ia alami.

Ia hanya tahu bahwa matanya terasa sakit.

  Ia hanya tahu bahwa ketika nyeri datang, ia ingin menangis dan dipeluk oleh ayah serta ibunya.

  #OrangBaik, Pak Irawan telah menjual motor, berutang kepada tetangga, dan meminjam kepada saudara demi membawa Rianti berobat.

Kini, keluarga ini hampir tidak memiliki apa-apa lagi untuk dijual.

  Sementara pengobatan Rianti masih panjang dan tidak boleh kembali terhenti karena biaya.

Mari bantu Rianti agar dapat terus menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

  Bantuan dari #OrangBaik akan digunakan untuk biaya transportasi menuju rumah sakit, kebutuhan makan selama pengobatan, obat dan kebutuhan medis yang tidak ditanggung BPJS, serta kebutuhan harian Rianti dan keluarganya.

Klik Donasi Sekarang.

  Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan menjadi harapan besar bagi Rianti untuk melanjutkan pengobatan dan mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id