Mbah Rawat Anak dan Adik ODGJ dari Hasil Jualan Pisang

Di masa tuanya Mbah Rubiyem (80 Tahun) masih harus merawat dua orang yang sepenuhnya bergantung padanya, Narini (27) anaknya, dan Rahayu (51) adik Mbah Rubiyem satu-satunya keduanya mengalami ODGJ.
Dengan sisa tenaga dan tubuh yang renta, Mbah memandikan, menyuapi makan, hingga membersihkan kotorannya.
“Gak mungkin saya tinggalin mereka… gak ada yang mau nerima anak dan adik saya…”
Anaknya, Narini (27), mengalami gangguan mental sejak ayahnya meninggal puluhan tahun lalu. Hingga kini, ia masih sering mengamuk dan sulit dikendalikan.
Sementara adiknya, Rahayu (51), berubah sejak remaja setelah mengalami kejang dan demam tinggi. Dalam kondisi tertentu, Mbah bahkan harus mengikat kaki adiknya agar tidak kabur, karena ia sudah tak sanggup mengejar.
Sejak suaminya meninggal, Mbah menjadi satu-satunya tulang punggung. Setiap hari ia berjalan kaki menjual kluwih dan pisang, tapi kini dagangannya jarang laku. Banyak hari di mana Mbah pulang tanpa membawa uang, hanya membawa lelah. Untuk makan, ia sering hanya mengandalkan sisa dagangan atau pemberian tetangga.
Keinginan untuk berobat sebenarnya selalu ada, tapi biaya tak pernah cukup. Mbah hanya bisa berharap diberi umur panjang agar tetap bisa merawat anak dan adiknya. Di tengah kondisi ini, kebutuhan makan dan perawatan mereka semakin mendesak.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
