Bantu Suami Istri Tunanetra Pejuang Nafkah

Hidup pekerja keras harus terhalang oleh gelapnya dunia
Musibah datang tanpa siapapun bisa menolaknya. Pak Ujang (50) dan istrinya harus menerima kenyataan bahwa saat ini matanya sudah tidak bisa melihat secara normal akibat penyakit yang di derita oleh mereka.
Dulu, setiap pagi sebelum matahari terbit, Pak Ujang sudah bersiap dengan semangat sembari menyiapkan dagangannya. Bersama sang istri, ia bekerja sebagai tukang kerupuk keliling
Saat berjualan dijalanan, jatuh dan tergelinicir sudah pasti menimpanya. Pekerjaan berat itu tak pernah membuatnya mengeluh, sebab yang terpenting adalah keluarga bisa makan dan tetap bertahan hidup.
Kalau boleh memilih, tentu Pak Ujang ingin beristirahat di rumah bersama keluarganya. Tapi kenyataan berkata lain. Kerupuk yang mereka jual bukanlah milik sendiri, melainkan titipan orang lain. Setiap hasil penjualan pun harus dibagi dua. Dari setiap satu kerupuk yang laku terjual, ia hanya mendapatkan seribu rupiah. Belum lagi jika ada pembeli yang menipunya dengan memberikan uang palsu, atau mengambil barang tidak sesuai dengan bayaran yang pembelinya kasih. Bahkan saat kerupuknya tak laku terjual selama berhari-hari, abah terpaksa memakan kerupuk yang sudah tidak layak lagi untuk di konsumsi.
Pak Ujang dan istrinya tak pernah menuntut banyak. Hanya ingin anaknya bisa sekolah dengan tenang dan hidup lebih baik kelak. Dalam setiap kerupuk yang dijual, ada doa yang tersembunyi, ada sepercik harapan untuk masa depan yang lebih terang. “Yang penting anak dan istri saya bisa makan dan sekolah, itu aja udah cukup buat saya nak”.
Jika ada modal usaha abah ingin sekali memiliki kerupuk sendiri, agar Pak Ujang tak perlu lagi setor dan memiliki penghasilan yang lebih baik. Jadi #TemanBerbagi, mari kita bantu wujudkan mimpi abah dan istrinya memiliki modal usaha

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
