Beri Semangat Ali untuk Wujudkan Mimpi Sekolah Kembali

“Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat.” (HR. Muslim)
Pundak Kecil yang Memanggul Harapan Di usia 11 tahun, saat anak-anak lain sibuk bermain dan belajar, Ali Mukti sudah harus mengenal kerasnya kehidupan. Setiap hari, langkah kecilnya menyusuri jalanan hingga puluhan kilometer sambil memanggul karung ubi yang berat. Tak jarang, ia harus membawa serta adiknya yang masih kecil menembus terik matahari. Mereka menawarkan ubi hanya dengan harga empat ribu rupiah per kilogram. Harga yang nyaris tak sebanding dengan tetesan keringat dan lelahnya.
Hidup dalam Kesempitan Bilik Bambu Pulang dari berjualan, Ali kembali ke sebuah rumah berukuran 3x6 meter. Di sana, hanya ada dinding bilik bambu tanpa sekat dan tanpa hiburan. Ayahnya hanya bisa terbaring sakit, tak lagi mampu mencari nafkah. Ibunya pun harus membanting tulang sebagai pembantu rumah tangga. Hasil jualan ubi Ali yang tak seberapa itulah yang menjadi penopang utama agar dapur di rumah mereka tetap bisa mengepul.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa yang meringankan beban orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)
Mimpi yang Tak Ingin Padam Di balik peluh dan debu jalanan, Ali menyimpan mimpi yang sangat sederhana namun terasa amat jauh: ia ingin terus sekolah. Ia ingin adiknya bisa belajar dengan layak tanpa harus ikut menahan panas di jalanan. Ia bermimpi memiliki rumah yang lebih layak, tempat keluarganya bisa beristirahat tanpa rasa khawatir. Ali tidak pernah mengeluh, ia hanya terus berjalan karena ia tahu ada keluarga yang menggantungkan hidup padanya.
#TemanBaik, mari kita ringankan pundak kecil Ali.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
