SEBATANG KARA DAN TERANCAM TERUSIR, Temani Perjuangan Abah Ono
untuk ...
Info Campaign
SEBATANG KARA DAN TERANCAM TERUSIR, Temani Perjuangan Abah Ono
Hanya makan sekali sehari demi bisa bayar kontrakan dan pulang menemui istri.

Di usianya yang sudah 85 tahun, Abah Ono masih harus mengayuh langkah demi langkah untuk mencari nafkah.

Setiap hari, dari pagi hingga malam pukul 7, beliau berkeliling kota sambil mendorong gerobak bakso ayam sejauh belasan kilometer. Dengan tubuh yang sudah renta, Abah tetap berjalan tanpa mengeluh, meski hasilnya hanya 15ribu rupiah per hari.

Abah hidup sendiri di kota, meninggalkan istrinya di kampung. Ia mengontrak kamar kecil yang sudah usang dengan harga 350 ribu per bulan. Saat ini, Abah menunggak satu bulan kontrakan. Sudah tiga bulan ia tak pulang, bukan karena tidak rindu, tapi karena tak memiliki cukup uang untuk ongkos pulang dan memberikan sesuatu untuk istrinya.

Setiap hari, Abah hanya makan sekali. Itu pun hanya nasi dengan tahu, karena uang yang ia miliki harus disisihkan untuk membayar kontrakan dan mengumpulkan ongkos pulang.
Sudah 15 tahun Abah Ono berjualan bakso ayam. Namun kini, dagangannya sering sepi, apalagi tubuh abah sudah tidak sekuat dulu karena faktor usia.
Sungguh menyayat hati melihat lansia 85 tahun yang seharusnya sudah menikmati hidupnya dengan tenang, namun justru masih harus berjuang keras di hari tuanya demi sekedar membayar kontrakan.
#TemanBaik, Abah bermimpi bahwa abah ingin memiliki ternak ikan di kampung tempat tinggalnya, agar abah tidak lagi harus berpisah dengan sang istri, dan dapat mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
Mari beri harapan baru agar abah bisa hidup lebih layak tanpa harus terus berjuang diusia senja

Disclaimer
Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah / kecurigaan laporkan kepada kami.