Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Ringankan Pundak Difabel yang Tetap Tegar Mencari Nafkah yang Halal

Ringankan Pundak Difabel yang Tetap Tegar Mencari Nafkah yang Halal

Rp 60.000Terkumpul dari Rp 50.000.000
109 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Barangsiapa yang meringankan beban orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)


  Langkah yang Tertatih dan Napas yang Sering Tersengal Di usia mudanya, Ahmad Sopiyan atau yang akrab disapa Boy (26 tahun), harus menjalani roda kehidupan dengan cara yang amat berat. Ia tidak seperti pemuda seusianya yang memiliki fisik bugar dan pekerjaan mapan. Dengan langkah kaki yang pelan dan napas yang sering kali tersengal-sengal karena kondisi tubuhnya yang lemah, Ahmad setiap hari terpaksa menyusuri jalan demi jalan untuk menawarkan barang dagangannya kepada setiap orang yang ia temui.


  Panasnya aspal dan rasa lelah yang menghimpit dadanya tak ia hiraukan. Di dalam benaknya hanya ada satu tujuan. ia harus bertahan hidup dan menolak untuk menyerah pada keadaan.


  Bertahan dari Hinaan di Jalanan demi Upah 10 Ribu Rupiah Dunia jalanan sering kali teramat kejam untuk Ahmad. Tidak semua orang menyambut niat baiknya untuk mencari nafkah yang halal dengan ramah. Karena cara bicaranya yang berbeda dan kondisi fisiknya yang kurang sempurna, Ahmad kerap kali menerima perlakuan yang menyayat hati. Ada yang menolaknya dengan kasar, mengejek cara bicaranya, bahkan dengan tega menghina keadaannya di depan umum.


  Apakah Ahmad membalasnya dengan amarah? Tidak. Di balik hatinya yang terluka dan air mata yang sering ia sembunyikan dalam senyap, Ahmad hanya bisa menundukkan kepala. Ia tersenyum kecil, lalu melanjutkan langkahnya yang rapuh sambil berbisik pelan, "Tidak apa-apa, mungkin besok rezekinya lebih baik."


  Keteguhan iman dan kebersihan hatinya sungguh luar biasa. Padahal, keuntungan dari hasil jualan kelilingnya sangat jauh dari kata layak. Jika dagangannya laku banyak, Ahmad hanya bisa membawa pulang uang sebesar 10 ribu hingga 20 ribu rupiah saja sehari.


Rasulullah ﷺ bersabda:

  “Mukmin yang kuat iman dan jiwanya lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR. Muslim). Ahmad adalah potret pemuda yang kuat jiwanya meski fisiknya diuji dengan kelemahan.


  Dihantui Ketakutan Diusir karena Kontrakan Menunggak 2 Bulan Uang belasan ribu yang ia dapat setiap hari harus diputar otak sedemikian rupa agar ia bisa membeli makanan sederhana untuk mengganjal perutnya yang lapar. Sisa koin demi koin ia kumpulkan dengan harapan bisa membayar sewa tempatnya bernaung.


  Namun, besarnya biaya hidup tak sebanding dengan pendapatannya yang minim. Saat ini, Ahmad sudah menunggak uang kontrakan selama 2 bulan. Setiap malam, di dalam kamarnya yang sunyi, ia selalu dihantui rasa takut yang luar biasa. Ia cemas jika sewaktu-waktu pemilik kontrakan mengetuk pintu dan memintanya pergi luntang-lantung di jalanan karena tak mampu membayar. Meskipun tubuhnya kian melemah, semangatnya untuk bekerja setiap hari tidak pernah padam karena ia percaya Allah tidak akan meninggalkannya.


  #TemanBaik, Ahmad menolak mengemis dan memilih menjaga harga dirinya lewat tetesan keringat yang halal. Hari ini, mari kita hadir sebagai jawaban atas doa-doanya yang terucap di tengah penolakan jalanan.



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id