Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Temani Langkah Anak Tangguh Pejuang Nafkah

Temani Langkah Anak Tangguh Pejuang Nafkah

Rp 2.310.000Terkumpul dari Rp 50.000.000
77 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Aku dan orang yang menanggung anak yatim kedudukannya di surga seperti ini,” kemudian Rasulullah ﷺ mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Bukhari)


  Luka Trauma Masa Kecil dan Kebahagiaan Bersama Ibu Angkat Sejak usianya baru 4 tahun, Kalid harus menelan penderitaan pahit yang tak seharusnya dirasakan oleh seorang anak kecil. Tubuh mungilnya menjadi saksi bisu kekerasan dan siksaan fisik dari ibu kandungnya sendiri, meninggalkan bekas luka memar hingga luka bakar sundutan rokok. Melihat kondisi yang tidak manusiawi itu, pengurus setempat akhirnya menyelamatkan Kalid dan menyerahkan pengasuhannya kepada sang bibi, Ibu Fini Trisnawati.


  Ibu Fini mengangkat Kalid sebagai anak dan merawatnya dengan penuh kasih sayang layaknya darah daging sendiri. Untuk pertama kalinya sejak usia 5 tahun, Kalid merasakan arti kebebasan, kedamaian, dan kehangatan sebuah keluarga. Hingga kini Kalid berusia 13 tahun, ibu kandungnya tak pernah sekalipun datang menemui atau menanyakan kabarnya. Bagi Kalid, rumah sesungguhnya adalah bersama Ibu Fini.


  Bocah 13 Tahun Jualan Gorengan Siang Hingga Malam Demi Kontrakan Keluarga angkat Kalid hidup dalam keterbatasan ekonomi. Ibu Fini bekerja sebagai buruh tani sayuran dengan upah Rp60.000 per hari, sedangkan ayah angkatnya bekerja sebagai tukang ojek pangkalan dengan penghasilan sekitar Rp50.000 per hari. Untuk berteduh, mereka harus menyewa sebuah rumah kontrakan sederhana.


  Melihat kebaikan keluarga angkatnya, Kalid tak ragu untuk ikut berjuang. Sejak kelas 1 SD, Kalid sudah berjualan gorengan keliling setiap kali pulang sekolah, kadang ditemani oleh adik kecilnya. Bahkan kini, Kalid terpaksa berjualan dari siang hingga malam hari karena tempat tinggal mereka sudah menunggak sewa kontrakan selama 3 bulan.


  Di sekolah, Kalid tak pernah mengeluh atau merasa malu walau harus memakai sepatu yang sudah rusak dan tak layak pakai. Dari sisa uang jajan yang sangat sedikit, Kalid rajin menyisihkan uang untuk ditabung di sekolah. Di balik kesederhanaannya, bocah ini menyimpan mimpi mulia: ia ingin tabungannya cukup untuk membelikan warung kelontong bagi Ibu Fini sebagai wujud terima kasih atas kasih sayang yang diterimanya.


  "Kalid tidak dendam... Kalid tetap ingin bertemu ibu kandung walau dulu diperlakukan seperti itu," bisik hati Kalid, menunjukkan betapa mulianya jiwa anak ini.


Rasulullah ﷺ bersabda:

  “Barangsiapa yang memelihara anak yatim di antara umat Islam hingga mereka dewasa, maka Allah pasti memasukkannya ke dalam surga...” (HR. Tirmidzi)


  #TemanBaik, Mari Jaga Yatim dan Apresiasi Kebaikan Keluarga Kalid Kalid telah melewati masa kecil yang sangat kelam, namun kasih sayang keluarga angkatnya berhasil membangkitkan senyum dan kebaikan di hatinya. Melalui program Jaga Yatim, mari kita bersamai perjuangan Kalid agar ia bisa tumbuh menjadi anak yang sukses dan memiliki masa depan cerah.



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id